Sabtu 12 Oktober 2019, 03:40 WIB

Aiptu Jakaria Berulang Melawan Kejahatan

(Wan/M-4) | Weekend
Aiptu Jakaria Berulang Melawan Kejahatan

MI/SUMARYANTO BRONTO
Aiptu Jakaria atau lebih dikenal Bang Jack, anggota Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya

SEPERTI tak pernah ada kata kapok dalam hidupnya, Aiptu Jakaria atau lebih dikenal Bang Jack, anggota Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya kembali mengusut tuntas kasus-kasus kriminal meski dirinya nyaris berhadapan dengan maut.

Nyawanya menjadi taruhan ketika lelaki yang kerap dipanggil Jacklyn Choppers ini ketika dirinya mengemban tugas di lapangan. Cerita menarik dan mengerikan pun menyertainya dalam abdi bhayangkara yang dijalaninya 23 tahun ini.

Ia pernah dikeroyok 40 orang saat menangani kasus perjudian. Tidak hanya itu, pada 2006 saat menangani kasus perampokan di Bandung, Bang Jack mengalami baku tembak dengan pelaku. "Saat itu di 2006, terjadi perampokan mesin pengisi ATM sebesar Rp2,8 miliar di Cawang. Kita melaukan observasi di tempat kejadian, tapi gembong atau kaptennya melarikan diri ke Bandung, Jawa Barat," kata Bang Jack.

Ia pun menjelaskan, penangkapan terhadap pelaku terjadi di mobil, tapi pelaku lebih dulu menembakan senjatanya. Alhasil, 11 tembakan menyasar di tubuh Jack. Sebanyak 11 peluru bersarang. Dua di antaranya di bagian jantung, satu dekat ulu hati, dua di dekat lambung sebelah kiri dan dua di sebelah kanan, kemudian satu di bagian lengan kanan, serta tiga di lengan kirinya. Pascakejadian itu, lengan kirinya pun hampir diamputasi.

"Yang paling berasa di jantung. Kemudian sampai sekarang ada tiga peluru yang bersarang di tangan sampai tidak dikeluarkan karena sudah hancur dan bercampur dengan tulang. Dokter menyarankan untuk amputasi, tapi saya tidak mau," katanya.

Meski mengalami banyak tembakan, ia berhasil menangkap para pelaku, ia punya tekad yang bulat untuk memberantas tindak kejahatan yang merugikan dan mengancam keselamatan masyarakat. Inilah yang menjadi pemantik semangatnya untuk tetap berani menghadapi setiap risiko yang dihadapi. "Prinsipnya, polisi tidak boleh kalah oleh para pelaku kejahatan," lanjutnya.

Kini, selain aktif bertugas, Bang Jack pun kerap membagikan kiat untuk mencegah terjadinya tindak kriminal melalui media sosial. Video-video edukasi itu diakui Bang Jack berawal sebagai dokumentasi pribadi saja, tapi ia menjadi fokus mengembangkannya agak masyarakat paham dengan kasus-kasus hukum beserta cara pencegahannya. (Wan/M-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More