Sabtu 12 Oktober 2019, 02:35 WIB

Listia Magdalena Mukjizat Tuhan untuk Melanjutkan Hidup

Suryani Wandari Putri | Weekend
Listia Magdalena Mukjizat Tuhan untuk Melanjutkan Hidup

MI/SUMARYANTO BRONTO
Listia Magdalena Mukjizat Tuhan untuk Melanjutkan Hidup

KEJAHATAN memang bisa terjadi kapan saja, di mana saja, dan dilakukan siapa saja, bahkan kadang tak bisa terelakkan seperti yang dialami Listia Magdalena atau yang akrab dipanggil Paopao.

Perempuan kelahiran 1991 ini mengalami peristiwa mengerikan pada 2010, yakni teman akrabnya melakukan perlakuan tak menyenangkan dengan menusuk tubuhnya sebanyak 17 kali pakai pisau.

"Jadi waktu itu teman kuliah satu jurusan aku numpang naik mobil, tapi saat aku mau turun, langsung ditusuk bertubi-tubi tanpa setop pakai pisau," kenang Paopao.

Kejadian tersebut tentu membuatnya kaget karena sebelumnya ia tak pernah menyimpan curiga atas perlakuan pelaku, ia menganggap kebiasaan tak biasa pelaku seperti pakai softlens beda warna dan pakai bedak higga ke tangan merupakan sisi keunikan setiap orang. Yang aneh katanya, pelaku tidak mau Listi memiliki teman dekat selain dirinya.

"Tak ada pertengkaran, tapi memang aku sempat dekat sama satu orang. Dia bilang 'eh aku sukanya berteman berdua doang lo, enggak suka bertiga'. aku iyain denger ceritanya dia, tapi masih tidak berpikir macam-macam," kata Paopao.

Ia ingat betul temannya menusuknya tanpa henti, bahkan saat ia menahan dan menangkisnya dengan tendangan sekalipun. Sebanyak 17 tusukan itu tepat mengarah ke beberapa bagian tubuh, seperti dahi, kepala, tangan, telapak tangan, kaki, hingga melukai paru-paru dan limpanya. "Saya harus menjalani dua kali operasi paru-paru dan limpa dan ada operasi di Singapura untuk menyambungkan otot tendon yang ada di kelingking," ucapnya.

Bersyukur, pemulihan yang dialami Listi berjalan cepat, ia menganggap mukjizat dari Tuhan yang menyelamatnya. Banyak tangan-tangan baik yang bermunculan, mulai dibantu beberapa orang, kemacetan yang manahan dokter sehingga masih ada di rumah sakit, hingga rekannya yang datang cepat untuk menandatangani penanganan operasi segera. Dokter menangani dengan segera.

"Ya, kebetulan pas kejadian ada sopir mobil di depan aku. Dia lihat dan buka pintu saat aku melawan pelaku. Kebetulan juga ada motor yang lewat untuk mau dianterin ke rumah sakit, sampai di rumah sakit kebetulan dokter yang seharusnya sudah pulang masih ada di rumah sakit, kebetulan juga aku punya janji teman untuk meeting yang akhirnya dia datang untuk mendandatangani penanganan operasi," katanya.

Antre menjenguk

Tak hanya soal pemulihan tubuhnya, Listi pun bahkan tak mengalami traumatis meski kejadian yang dialaminya justru mengerikan. "Rasanya senang karena banyak yang jenguk, jadi sadar banyak yang perhatian sampai rela antre untuk jenguk. Aku ngerasa cukup bersyukur punya banyak orang yang sayang dan dukung aku. Paling takut memberatkan Papa dari segi keuangan," kata Paopao yang mengaku sudah memaafkan serta tidak menyimpan dendam kepada pelaku.

Ya, alih-alih mengalami trauma, Paopao justru semakin percaya diri, kini dia bangkit dan aktif menjadi seorang sutradara bersama teman-temannya melalui kanal Youtube bernama Last Day Production yang ia dirikan pada 2014.

Kanal Youtube itu berbagi tentang sketsa komedi dan video pendek. Kanalnya itu pun kini telah menembus 1,7 juta subscriber.

Tak sepenuhnya menghilangkan ingatan buruk itu, Paopao justru mnjadikannya sebagai pecutan untuk bangkit. "Kejadian seperti itu hanya ada di chapter satu, kemudian di chapter selanjutnya ada cerita yang lebih menarik lagi," pesan Paopao. (M-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More