Jumat 11 Oktober 2019, 19:38 WIB

Konser Amal Wolftank untuk Konservasi Mangrove

Galih Agus Saputra | Weekend
Konser Amal Wolftank untuk Konservasi Mangrove

MI/Galih Agus Saputra
Personel Wolftank saat konferensi pers 'I Like Monday, I Like Nature: Music for Conservation', di Grand Indonesia, Jakarta, Jumat, (11/1).

KEINGINAN mewujudkan lingkungan hidup yang lebih baik dan sehat kini tampaknya telah menjadi kebutuhan mendesak banyak pihak, tak terkecuali band Wolftank. Band beraliran pop rock yang digawangi sejumlah musikus tanah air, seperti Tyo Nugros, Ariyo Wahab, Kin Aulia, dan Noey Jeje itu mengatakan bahwa hal tersebut dapat diwujudkan, salah satunya, dengan menjaga ekosistem mangrove.

Kawasan mangrove sendiri dipercaya dapat berperan sebagai infrastruktur alami. Tiap hektarenya mampu menyerap karbon hingga 1.000 ton. Namun sayangnya, tumbuhan yang biasa ditemui di kawasan pesisir itu, belakangan semakin terancam karena berbagai macam kepentingan yang mendukung terjadinya degradasi.

Melihat kenyataan tersebut, Wolftank kemudian menginisiasi sebuah konser bertajuk 'I Like Monday, I Like Nature: Music for Conservation'. Konser yang rencananya hendak berlangsung di Hard Rock Cafe Jakarta, pada 28 Oktober mendatang itu digagas untuk menggalang dana yang kemudian disalurkan dan dikelola Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN).

Setiap pembelian satu tiket konser selanjutnya akan digunakan YKAN untuk mendanai penanaman satu bibit mangrove di Hutan Angke Kapuk, yang akan dilaksanakan pada November mendatang.

"Alam seringkali menjadi inspirasi dalam berkarya. Kami pun percaya hal itu, dan musik bersama kegiatan konservasi sesungguhnya dapat berkolaborasi bagi kelestarian bumi," tutur Vokalis Wolftank, Ariyo, saat konferensi pers 'I Like Monday, I Like Nature: Music for Conservation', di Grand Indonesia, Jakarta, Jumat, (11/1).

Ariyo selanjutnya mengatakan bahwa ajang tersebut diharapkan dapat menjadi upaya untuk mengajak maupun penyadaran akan pentingnya mangrove di kawasan pesisir maupun perkotaan. Sejatinya, setiap individu dapat melakukan perubahan, dan oleh karena itu setiap orang dapat berperan serta dalam upaya memperkuat hutan mangrove yang dewasa ini dikenal sebagai benteng untuk melindungi wilayah perkotaan.

Senada dengan hal tersebut, Head of Nature & People Partnership YKAN, Sally Kailola mengatakan bahwa hutan mangrove dapat menjadi pertahanan utama untuk mengahalau ancaman banjir, erosi, maupun tsunami. "Ia bahkan dapat mewujudkan perairan laut yang bersih karena berfungsi sebagai penyaring, selain dapat menjadi hunian bagi berbagai macam spesies laut dan burung yang bermigrasi," tutur Sally.

Sebagaimana diketahui, hutan mangrove di kawasan Angke sendiri dewasa ini dianggap menjadi salah satu ekosistem mangrove terbesar yang masih tersisa di Jakarta. Luasnya mencapai kurang lebih 195 hektar, dan ia menjadi salah satu kawasan yang dilindungi oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI melalui Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam Jakarta. (M-4)
 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More