Jumat 11 Oktober 2019, 16:32 WIB

MRT Bantah Seleksi UMKM Tidak Adil

Putri Anisa Yuliani | Megapolitan
MRT Bantah Seleksi UMKM Tidak Adil

MI/SUMARYANTO BRONTO
Moda Raya Terpadu (MRT) di Stasiun Fatmawati, Jakarta

 

PT MRT Jakarta menegaskan telah berlaku adil dalam menyeleksi UMKM yang hendak berusaha di stasiun-stasiun MRT.

PT MRT Jakarta pun membantah isu yang beredar bahwasannya UMKM yang terpilih untuk berusaha di booth di stasiun adalah yang memiliki kedekatan dengan istri gubernur DKI, Ferry Farhati yang juga menjabat sebagai ketua Deean Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) DKI.

"Informasi di media sosial yang menyebutkan bahwa proses penyewaan kios (UMKM) di seluruh Stasiun MRT Jakarta harus seizin Ibu Fery Farhati Ganis (istri dari Gubernur DKI Jakarta) merupakan informasi yang salah, tak mendasar dan menyesatkan," ungkap Sekretaris Perusahaan PT MRT Jakarta Muhammad Kamaludin dalam keterangan tertulisnya, Jumat (11/10).

Kamal menyebut PT MRT Jakarta bekerja sama dengan Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) sebagai implementasi dan komitmen untuk mendukung UMKM dan ekonomi kreatif pada 5 Oktober 2018.

PT MRT Jakarta bersama BEKRAF bekerja sama untuk mengkurasi UMKM yang ditempatkan pada stasiun-stasiun MRT Jakarta. Sebagai bentuk komitmen PT MRT Jakarta untuk mendorong dan menjaga integritas dalam proses seleksi dan kurasi, transparansi serta prinsip berkeadilan, maka proses kurasi dan seleksi dilakukan oleh pihak yang berkompeten dan independen, yaitu tenaga ahli BEKRAF.

"Sesuai kebijakan praktik anti korupsi, kolusi dan nepotisme, karyawan MRT Jakarta beserta keluarga dan koleganya tidak diperbolehkan terlibat dalam seleksi dan kurasi UMKM," tegas Kamal.

Terdapat tiga kategori UMKM yang diperbolehkan berusaha di stasiun yaitu kuliner, fesyen dan kriya. Adapun tim kurator dari BEKRAF merupakan kurator berpengalaman dan memiliki keahlian yang handal di masing-masing kategori kuliner, fesyen dan kriya tersebut.

Para UMKM yang telah terpilih pun sudah mengikuti proses seleksi yang ketat termasuk mempresentasikan usahanya di depan tim kurator dan tim seleksi.

Pada proses seleksi UMKM MRT Jakarta Dekranasda Provinsi DKI Jakarta, sebagai badan yang menaungi pengrajin yang berdomisili di DKI Jakarta turut serta dalam proses seleksi dengan terlebih dahulu mengirimkan surat minat kepada MRT Jakarta untuk menjadi salah satu UMKM MRT Jakarta.

Dekranasda terlebih dahulu melakukan kurasi secara internal terhadap brand dan produk yang berada di bawah naungan Dekranasda dan selanjutnya mengajukan 18 brand dari hasil kurasi internal Dekranasda kepada Tim Kurator Seleksi UMKM MRT Jakarta bersama BEKRAF.

Berdasarkan hasil kurasi dari Tim Kurator diperoleh 6 brand yang kemudian tergabung di dalam satu booth Dekranasda.

Hasil Seleksi Retail UMKM MRT Jakarta yang melibatkan Tenaga Ahli BEKRAF yang bersifat independen sebagai Kurator, pada tahap 1 terdapat 273 pendaftar dengan rincian perkategori yaitu 210 kuliner, 39 fesyen dan 24 kriya. Setelah dibuka kembali pendaftaran di

di tahap 2, hasil seleksi menghasilkan 130 pendaftar dengan rincian per kategori yaitu 108 kuliner, 17 fesyen dan 5 kriya.

Dari hasil tersebut didapatkan pemenang untuk 3 kategori yakni kuliner (Lemper Purnama, Kaya Rempah, Delicacies by Melati Bakehouse, Gorjuice,

Lox Smoked Salmon, dan Broodmet), fesyen (Apikmen, KOMMA Basic dan RA), kriya (Batik Shio, Hwan dan Dekranasda).

Setiap UMKM terpilih di atas, termasuk diantaranya Dekranasda, berhak menyewa sebuah booth dengan biaya sewa sebesar Rp 1.360.000/bulan belum termasuk pajak yang juga telah dilengkapi dengan hardware dan software POS (point of sales) yang dapat digunakan secara gratis.

"Kerja sama antara MRT Jakarta dengan BEKRAF untuk memberikan area, ruang usaha ekonomi kreatif UMKM di stasiun MRT Jakarta ini merupakan terobosan baru bagi transportasi di kota ini," ungkap Kamal.

UMKM yang membuka gerai di Stasiun MRT Jakarta dalam satu tahun akan diamati pertumbuhan bisnisnya dengan adanya traffic yang ada di stasiun karena stasiun MRT Jakarta akan memberikan akses terhadap pasar, penambahan publikasi produk dan jasa yang lebih luas. Setiap UMKM akan mendapat kesempatan untuk dibina.(OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More