Jumat 11 Oktober 2019, 15:07 WIB

Persempit Gerakan JAD, Titik Perbatasan Bekasi Dijaga

Gana Buana | Megapolitan
Persempit Gerakan JAD, Titik Perbatasan Bekasi Dijaga

ANTARA/Fakhri Hermansyah
Polisi berjaga di sekitar kontrakan rumah terduga teroris di Rawa Kalong, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Senin, (23/9).

 

POLRES Metro Kota Bekasi meningkatkan pengamanan wilayah perbatasan dengan DKI Jakarta. Hal ini dilakukan untuk mencegah dan membatasi ruang gerak anggota teroris Jamaah Amarullah Dauah (JAD).

Kasubbag Humas Polres Metro Kota Bekasi, Kompol Erna Ruswing menyampaikan, pengamanan ini dilakukan lantaran sebelumnya disebut pelaku penusukan atas Menko Polhukam, Wiranto merupakan anggota teroris JAD. Jaringan mereka disebut berada di Bekasi.

“Kami sudah tingkatkan pengamanan di sejumlah titik keramaian dan pintu perbatasan menuju ibu kota,” ungkap Erna, Jumat (11/10).

Erna menjelaskan, petugas pun sudah melakukan komunikasi dengan sejumlah tokoh di Bekasi untuk mencegah pertumbuhan teroris di tiap wilayah. Meski begitu, Erna mengaku, pelaku penusukan Menko Polhukam Wiranto tidak pernah tinggal di Kota Bekasi. Kemungkinan sifatnya hanya singgah.

“Mungkin pelaku punya jaringan pelaku yang ditangkap di Tambun. Kami pun sudah temui para tokoh untuk lebih meningkatkan Kordinasi kepada orang-orang yang mencurigakan,” jelasnya.

Baca juga: Wiranto masih Dirawat di ICU RSPAD

Aparat detasemen khusus (Densus) anti teror 88 menangkap enam terduga teroris di wilayah Tambun, Kabupaten Bekasi, Senin (23/9) lalu. Polisi menduga beberapa teroris tersebut terlibat jaringan JAD.

Sedikitnya delapan terduga teroris ditangkap aparat densus anti teror di beberapa lokasi. Dua di antaranya di wilayah Kecamatan Tambun Selatan dan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi; serta di wilayah Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi; dan Cilincing.

Adapun, beberapa lokasi penangkapan di antaranya ada di Perumahan Alamanda, Tambun Utara; Jalan Desa Tridaya Sakti, Tambun Selatan dan di sebuah kontrakan di Aren Jaya, Bekasi Timur. (A-4)
 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More