Jumat 11 Oktober 2019, 14:59 WIB

Pendapatan Premi Taspen Life Kuartal III Tembus 200%

M. Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi
Pendapatan Premi Taspen Life Kuartal III Tembus 200%

ilustrasi -- medcom.id
asuransi

 

PENDAPATAN premi PT Asuransi Jiwa Taspen (Taspen Life) mencapai 216,09% atau senilai Rp1,7 triliun di kuartal III ini. Angka itu naik lebih dari dua kali lipat dibanding periode yang sama di 2018 dengan nilai Rp369 miliar.

Capaian itu didapat dari pertumbuhan premi asuransi kumpulan sebesar 204,45% dan premi asuransi individu 300,45%. Jumlah peserta asuransi individu juga ikut meningkat sebesar 1.709% dibanding tahun lalu.

Dengan peningkatan yang signifikan tersebut, Direktur Utama Taspen Life, Maryoso Sumaryono menyebutkan, pihaknya akan menyasar pasar asuransi individu juga mempertahankan pasar asuransi kumpulan.

Maryoso mengungkapkan, di kuartal yang sama, Taspen Life membukukan hasil investasi sebesar Rp205 miliar atau tumbuh 18,68% dibanding periode yang sama di 2018. Hal itu beriringan pula dengan pertumbuhan total pendapatan sebesar Rp1,36 triliun atau 161,75% dibanding 2018 pada periode yang sama mencapai Rp521 miliar.

"Hal itu berpengaruh positif pada laba yang tumbuh sebesar 114,42% dari laba September 2018 sebesar Rp39 miliar menjadi Rp84 miliar pada September 2019," ujar Maryoso melalui keterangan resmi, Jumat (11/10).

Baca juga: Bank BJB dan PT Taspen Jajaki Potensi Kerja Sama Baru

Selain itu, jumlah total aset tumbuh sebesar 26,35% atau Rp4,37 triliun pada 2019 jika dibandingkan dengan 2018 sebesar Rp3,46 triliun yang sebagian besar bersumber dari pertumbuhan.

Aset investasi juga mengalami peningkatan setelah sebelumnya pada 2018 sebesar Rp3,15 triliun menjadi Rp4,21 triliun atau naik 34,06%.

Taspen Life, kata Maryoso, akan meningkatkan kinerjanya dalam melaukan penetrasi pasar. Hal itu dibuktikan dengan peningkatan jumlah polis hingga September 2019 yang mencapai 8,18% dari periode sebelumnya.

Direktur Teknik dan Operasional Taspen Life, Indra menyebutkan, hingga kuartal III 2019, pihaknya telah membayar klaim sebesar Rp329,84 miliar kepada pesertanya. Komposisi klaim itu terdiri dari klaim habis kontrak 65%, klaim meninggal dunia 31%, dan klaim surrender 4%.

"Kami berkomitmen untuk membayar klaim tepat waktu, hal itu didukunh dengan adanya klaim proaktif bagi peserta employee benefit yang mencapai habis kontrak," tutup Indra. (A-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More