Jumat 11 Oktober 2019, 13:51 WIB

Gubernur Kalsel Minta Kabupaten/Kota Miliki Peta Rawan Bencana

Denny Susanto | Nusantara
Gubernur Kalsel Minta Kabupaten/Kota Miliki Peta Rawan Bencana

Antara
Ilustrasi

 

GUBERNUR Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor meminta pemerintah Kabupaten/Kota di wilayah tersebut segera membuat peta potensi kerawanan bencana. Baik saat kemarau maupun bencana musim penghujan.
           
"Kita bersyukur bencana karhutla sudah jauh berkurang, tetapi kita harus mewaspadai datangnya ancaman bencana musim penghujan," tegas Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor, Jumat (11/10).

Terkait hal ini menurut Sahbirin penting bagi kabupaten/kota di Kalsel memiliki peta rawan bencana agar bencana dapat ditangani secara benar dan sedini mungkin.

"Bencana di Indonesia ini siklusnya berulang yaitu kebakaran dan kekeringan saat kemarau dan banjir saat musim penghujan. Seharusnya kita sudah punya peta kerawanan bencana dan bagaimana penanganannya," ungkapnya.

Kalsel saat ini dalam status darurat siaga bencana kebakaran hutan dan lahan yang ditetapkan hingga akhir Oktober mendatang. Status ini sudah diturunkan dari sebelumnya tanggap darurat bencana karhutla. Menurut data Pusat Pengendalian dan Operasional BPBD Kalsel hingga kini titik api masih muncul di sejumlah wilayah. Terutama areal pertanian akibat masih adanya kegiatan pembersihan lahan oleh para petani.

Hingga pekan ke dua Oktober luas karhutla di Kalsel mencapai luas 5.700 hektar dengan jumlah titik api sebanyak 945 titik api. Karhutla tahun ini lebih parah dibanding tahun sebelumnya yaitu seluas 4.200 hektar dengan jumlah titik api 480 titik api.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kalsel, Wahyudin Ujud mengatakan untuk tingkat provinsi pihaknya sudah memiliki peta potensi bencana baik bencana saat kemarau maupun saat musim penghujan. Selain bencana karhutla Kalsel juga rawan bencana kekeringan dan kebakaran permukiman saat kemarau.

"Kerugian akibat bencana kebakaran pemukiman dan banjir di Kalsel ini cukup besar setiap tahunnya," ujarnya.

baca juga: 40% Bantuan untuk Warga Miskin di Jateng Salah Sasaran

Termasuk kerugian berupa rusaknya areal pertanian dan infrastruktur akibat bencana. Kerugian akibat bencana kebakaran pemukiman penduduk di Kalsel sepanjang 2019 periode Januari- September mencapai Rp70,321 miliar. Sementara jumlah bencana kebakaran permukiman ini sebanyak 221 kali dengan jumlah korban meninggal dunia akibat kebakaran lima orang. (OL-3)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More