Jumat 11 Oktober 2019, 13:45 WIB

Empat Kandidat Ketum/Waketum PSSI yang Gugur Ajukan Banding

Despian Nurhidayat | Sepak Bola
Empat Kandidat Ketum/Waketum PSSI yang Gugur Ajukan Banding

ANTARA FOTO/Wahyu Putro A
Kantor PSSI

 

EMPAT calon ketua umum dan wakil ketua umum PSSI (Persatuan Sepak bola Seluruh Indonesia) berbondong-bondong mendatangi kantor PSSI untuk mengajukan banding, Jumat (11/10). Arif Putra Wicaksono, Doni Setiabudi, Sarman El Hakim dan Yesayas Oktavianus merupakan keempat caketum dan cawaketum yang keberatan dengan keputusan tim verifikasi.

Sebelumnya, pada Kamis (10/10) tim verifikasi yang dikepalai oleh Syarif Bastaman memutuskan telah mencoret 3 caketum dan 7 cawaketum. Merespon hal ini, Arif dan lainnya pun memutuskan untuk mengajukan banding dikarenakan alasan pencoretan tersebut kurang masuk akal.

"Kalau saya baca di laman KP PSSI, alasan saya dicoret namanya mengaju kepada statuta, dan saya baca isinya mengenai calon harus aktif selama 5 tahun di koridor PSSI. Nah, saya lihat di KBBI bahwa koridor itu jalan bukan rumah, berarti selama ini saya sudah melakukan semua persyaratan itu," ungkap Arif kepada Media Indonesia, Jumat (11/10).

Baca juga: KP Tolak Tiga Nama Kandidat Ketum PSSI

Arif menganggap bahwa selama ini dia sudah melakukan banyak hal untuk perkembangan sepak bola Indonesia dan hal itu pun seharusnya masuk dalam koridor persepakbolaan di Indonesia. Mulai dari training camp U17 dan U19, diadakannya friendly match, sponsorship dan lainnya sudah ia lakukan.

Selain itu, melihat dari berkas yang sudah ia kumpulkan, Arif pun merasa tidak ada permasalahan mengenai pemberkasan yang dia ajukan. Maka dari itu, Arif memutuskan untuk mengajukan banding bersama caketum dan cawaketum lainnya.

"Kalau dari saya, berkas sih nggak ada masalahan karena saya sudah memberikan berkas selengkap mungkin waktu itu. Maka dari itu saya mau ajukan banding bersama Pak Doni, Pak Sarman dan Yesayas di kantor PSSI hari ini," lanjutnya.

Senada dengan yang disampaikam oleh Arif, Sarman pun merasa bahwa ajukan banding merupakan langkah yang tepat untuk mengetahui alasan mengenai pencoretan nama mereka. Dengan mendatangi kantor PSSI, Sarman pun berharap bahwa tim verifikasi bisa memberikan jawaban yang masuk akal.

"Itu bukan nggak lolos, kami cuma dicoret dan boleh melakukan banding makanya saat ini saya langsung mendatangi kantor PSSI. Saya langsung telepon ketua pemilihan dan dia menyuruh saya ke kantor PSSI," pungkasnya. (OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More