Jumat 11 Oktober 2019, 13:04 WIB

Jokowi Dinilai Cukup Serius Tambah Parpol Bergabung ke Koalisi

Nur Aivanni | Politik dan Hukum
Jokowi Dinilai Cukup Serius Tambah Parpol Bergabung ke Koalisi

MI/Adam Dwi
Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari.

 

DIREKTUR Eksekutif Indo Barometer M Qodari menilai Presiden Joko Widodo cukup serius untuk mempertimbangkan adanya penambahan partai politik untuk bergabung pada periode kedua pemerintahannya.

Hal itu disampaikannya saat menanggapi pertemuan Presiden Joko Widodo dengan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (10/10).

"Saya melihat Pak Jokowi cukup serius mempertimbangkan adanya tambahan partai dalam menambah koalisi," kata Qodari kepada Media Indonesia, Jumat (11/10).

Adapun pertimbangan Jokowi untuk menambah jumlah partai politik ke dalam pemerintahannya nanti, menurut Qodari, itu karena Jokowi nampaknya lebih nyaman jika partai yang bergabung ke dalam pemerintahannya mencapai angka 70% hingga 75%. Saat ini, komposisi koalisi yang berada dalam pemerintahan baru 60%.

"Dengan asumsi kalau parpol masuk kabinet sampai 70%-75% akan ada korelasinya lah dengan peta politik di DPR. (Tapi) Itu tidak selalu dan tidak mutlak karena biasanya konstelasi politik juga dinamis, tergantung isu. Tapi partai yang punya kursi di kabinet tentunya bisa lebih kompak lah dengan Presiden ketimbang yang berada di luar pemerintahan," tuturnya.

Jika parpol yang bergabung di dalam pemerintahannya tidak mencapai 70% tersebut, Qodari menilai Jokowi khawatir jika nantinya ada partai yang berbelok di tengah jalan ketika ada perbedaan pandangan.

"Dukungannya menjadi rawan bisa di bawah 50%. 60% angka yang rawan, kalau satu partai saja balik badan, dia akan rawan. Kedua, tingkat disiplin atau loyalitas parpol di koalisi ke Pak Jokowi juga bervariasi, ada yang loyal banget, tapi ada juga yang suka lari-lari," terangnya.

Dengan komposisi koalisi sebanyak 70%, kata Qodari, itu bisa berkontribusi terhadap stabilitas pemerintahan dalam lima tahun ke depan. Hal itu berkaca pada masa pemerintahan SBY yang bisa tuntas hingga dua periode.

Ia pun memprediksi bisa saja salah satu dari Partai Demokrat atau Gerindra yang nantinya akan bergabung ke dalam pemerintahan atau bahkan kedua-duanya.

"Dua partai itu berpeluang masuk. Pertama, kursinya signifikan. Kedua, komandannya jelas," tandasnya. (OL-09)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More