Jumat 11 Oktober 2019, 12:40 WIB

Kasus Korupsi Dana BOS Siap Dilimpahkan Ke Kejaksaan Negeri

Kristiadi | Nusantara
Kasus Korupsi Dana BOS Siap Dilimpahkan Ke Kejaksaan Negeri

MI/Kristiadi
Barang bukti hasil koropsi dana BOS yang dilakukan oleh AG

 

POLRES Tasikmalaya sudah melengkapi hasil penyidikan dalam kasus tindak pidana korupsi pemungutan dana bantuan operasional sekolah (BOS) SD Negeri Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya tahun anggaran 2018 yang dilakukan oleh tersangka AG. Kapolres Tasikmalaya, AKBP Doni Eka Putra mengatakan dari seluruh penyidikan sudah lengkap atau P21.

"Penyidikan sudah lengkap dan segera dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Kabupaten Tasikmalaya dengan tersangka AG seorang PNS aktif sekaligus ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah. Ia terbukti ingin memperkaya diri sendiri dengan menyalahgunakan wewenang," kata Doni, Jumat (11/10).

Modus operandi yang dilakukan AG dengan melakukan pungli kepada seluruh sekolah dasar di Kecamatan Salawu. Caranya seluruh sekolah wajib membeli barang kebutuhan sekolah menggunakan dana BOS lewat pelaku.

"Dari 40 item barang yang diwajibkan untuk dibeli oleh pihak sekolah, jumlah 38 item yang tidak sesuai dengan petunjuk teknis terutama dalam pengadaan yang menggunakan dana BOS. Sehingga tidak mengacu kepada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) RI Nomor 1 Tahun 2018. Sedangkan dua item lagi sesuai," jelas dia.

Selain itu AG juga kedapatan membawa barang bukti berupa uang tunai sebesar Rp145.854.000 yang disimpan di tas, dari hasil pungutan ke seluruh SD di Kecamatan Salawu. Sedangkan uang lainnya sebesar Rp690.581.000 yang juga diperoleh dari penyalahgunaan dana BOS disimpan di kantor UPT Pendidikan Salawu.

baca juga: Sonder Wali Kota, F8 Tetap Melaju

Dari hasil penghitungan auditor inspektorat, kerugian negara sebesar Rp50.429.075. Tersangka AG dijerat pasal 2 dan pasal 3 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Ia terancam dipenjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4 tahun, dan paling lama 20 tahun. (OL-3)

 

Baca Juga

DOK MI

Kasus Positif Covid-19 di Sumsel Terus Merangkak Naik

👤Dwi Apriani 🕔Selasa 07 Juli 2020, 01:35 WIB
Data dari Gugus Tugas Penanganan Covid-19 di Sumatra Selatan mencatat adanya pertambahan 71 kasus positif Covid-19, pada Senin...
Dok. Pemkab Buleleng

Bupati Buleleng Pantau Ketat Revitalisasi Pasar Banyuasri

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Senin 06 Juli 2020, 23:37 WIB
Agus selalu menyempatkan diri meninjau pengerjaan proyek tersebut untuk mengecek progress dari proyek tersebut dan memberikan masukan...
Dok pribadi

Temui Bupati Manggarai Timur, Tim Keuskupan Minta Bupati Cermat

👤Thomas Harming Suwarta 🕔Senin 06 Juli 2020, 23:21 WIB
"Sejauh mana bupati menjamin kewajiban reklamasi perusahaan tersebut? Apalagi ada pengalaman buruk perusahaam terdahulu yang lari dari...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya