Jumat 11 Oktober 2019, 10:53 WIB

Implementasi Klaten Smartcity Harus Sesuai Potensi Daerah

Djoko Sardjono | Nusantara
Implementasi Klaten Smartcity Harus Sesuai Potensi Daerah

Istimewa
Bupati Sri Mulyani menandatangi komitmen konsep Klaten Smartcity.

 

IMPLEMENTASI Klaten Smartcity diharapkan tidak meninggalkan ekonomi UMKM  (usaha mikro kecil dan menengah) agar berdampak terhadap peningkatan kesejahteraan rakyat. Sementara konsep Klaten Smartcity telah memasuki babak baru dengan selesainya penyusunan Masterplan Smartcity.

"Pengembangan Klaten Smartcity jangan sampai meninggalkan pelaku ekonomi UMKM. Ini penting untuk kesejahteraan rakyat," kata Guru Besar Fakultas  Arsitektur UGM, Ahmad Djunaedi, pada acara bimbingan teknis tahap IV menuju Klaten Smartcity di Yogyakarta, Kamis (10/10).

Saat ini, Indonesia mengalami transformasi digital, termasuk di Klaten. Karena itu, semua elemen masyarakat dan pemerintah harus cerdas dan inovatif. Semua dimensi kehidupan pun harus cerdas, seperti smart economy, smart living, smart city enviroment, dan smart goverment termasuk smart branding.

Namun, lanjut Ahmad Djunaedi, semua itu harus disesuaikan dengan potensi daerah masing-masing sebagai pilar prioritas atau yang diutamakan. Sebagai contoh smart city Kota Yogyakarta, sebagai kota pendidikan dan budaya yang dijadikan prioritas dalam menyusun perencanaan pembangunan kota.

Untuk Kabupaten Klaten dimensi pertanian dan ekonomi sebagai potensi daerah itu seharusnya yang dijadikan prioritas atau diutamakan dalam perencanaan pembangunan. Hal itu selaras dengan visi pemerintah, yaitu mewujudkan Klaten yang maju, mandiri dan berdaya saing.

"Jadi, ke depan ekonomi UMKM di Klaten tidak boleh ditinggalkan dalam implementasi Klaten smart city. Untuk itu, perlu didukung komitmen yang kuat dari para pejabat, agar Klaten Smartcity bisa berkelanjutan," pesan guru besar UGM Yogyakarta tersebut.

Sementara itu, Bupati Klaten Sri Mulyani yang hadir sekaligus menutup dan menandatangani komitmen pejabat terhadap konsep Klaten Smartcity menekankan, bahwa penyusunan Masterplan Klaten Smartcity sebagai panduan  pengembangan pembangunan di Klaten.

baca juga: Gelar Perkara 6 Perusahaan Pembakar Lahan di Riau Hari Ini

"Untuk itu, implementasinya disesuaikan dengan karakter dan potensi daerah demi terwujudnya Kabupaten Klaten yang cerdas. Dengan percepatan dan pemanfaatan teknologi informasi ini, diharapkan pemerintahan berjalan efektif dan efesien, dan pelayanan masyarakat bisa maksimal," kata bupati.

Acara Bimbingan Teknis Tahap IV Menuju Klaten Smartcity di Yogyakarta, berlangsung 9-10 Oktober 2019, juga dihadiri Sekretaris Daerah Jaka Sawaldi, para Asisten, Staf Ahli Bupati, dan 58 pejabat OPD (Organisasi Perangkat Daerah) Pemkab Klaten. (OL-3)

 

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More