Jumat 11 Oktober 2019, 10:22 WIB

Menenun Segera Masuk Kurikulum Muatan Lokal

Ferdinandus Rabu | Nusantara
Menenun Segera Masuk Kurikulum Muatan Lokal

MI/Ramdani
Bupati Flores Timur Antonius Gege Hadjon meminta agar menenun masuk ke dalam kurikulum muatan lokal.

 

GUNA menjaga dan melestarikan ketrampilan menenun sejak dini, Pemkab Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur mengeluarkan kebijakan baru. Yakni menenun akan dimasukkan sebagai salah satu pelajaran muatan lokal di setiap sekolah. Bupati Flores Timur, Antonius Gege Hadjon, saat dikonfirmasi Jumat (11/10), mengakui kebijakan pemda ini telah disampaikan kepada Dinas Pendidikan Kebudayaan dan Olahraga yang saat sedang menyusun kurikulumnya.

"Iya benar, beberapa waktu lalu juga saat Festival Lamaholot di Adonara, sudah saya sampaikan untuk kebijakan tersebut. Saya telah menungaskan Dinas Pendidikan di daerah ini untuk segera menyusun  kurikulum baru dan memasukan menenun sebagai salah satu mata pelajaran muatan lokal di sekolah-sekolah," kata Antonius Gege.

Menurut Anton Hadjon, kebijakan itu dibuat karena masih banyak anak sekolah di Flores Timur yag pandai menenun tapi belum diberdayakan dan dimaksimal dengan baik.

"Sehingga di sini saya ingin sekali sekolah mengambil tempat dan perannya, untuk menjadi bagian dari pendidikan menenun di daerah ini," kata Anton Hadjon.

Menurut Anton, banyaknya komunitas menenun di daerah ini, ditambah lagi dengan kehadiran sekolah untuk memasukkan pelajaran menenun, dapat menjadi wahanan dalam upaya menjaga budaya menenun di daerah ini agar tetap hidup dan terus dilestarikan.

Selain itu, bupati Flotim juga telah mengimbau agar setiap sekolah bisa menggunakan seragam dengan tenunan lokal pada hari-hari khusus, untuk mengangkat nilai budaya daerah ini.

"Saya juga telah mengimbau setiap sekolah agar mulai saat ini dapat menggunakan seragam sekolah dengan motif tenun lokal, sehingga sejak usia dini kita terus menjaga dan mencintai budaya tenunan kita. Bukan hanya di sekolah tetapi juga bagi para pegawai juga. Sudah diwajibkan pada hari-hari tertentu pula menggunakan pakaian dengan tenunan lokal," harap bupati.

baca juga: Warga Empat Desa Manfaatkan Layanan Pengobatan Gratis

Dengan adanya muatan lokal menenun ini, bupati berharap adanya pendampingan dan pemberdayaan bagi kelompok tenun lokal yang ada di desa masing-masing.

"Ini juga salah satu bentuk pemasaran bagi kelompok tenun lokal yang bisa dimanfaatkan oleh sekolah-sekolah untuk memenuhi seragam dengan motif tenun lokal," pungkasnya.

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More