Jumat 11 Oktober 2019, 08:50 WIB

NasDem Tentang Politik Identitas yang Merusak

Putra Ananda | Politik dan Hukum
NasDem Tentang Politik Identitas yang Merusak

MI/BARY FATHAHILAH
(Dari kiri) Mantan Kepala BPIP Yudi Latif, Dosen FISIP UI Kusnanto Anggoro, cendekiawan muslim Komaruddin Hidayat, moderator Martin Manurung

 

PARTAI NasDem menentang praktik politik identitas yang bisa merusak kehidupan berbangsa. Salah satu tindakan konkret yang dilakukan NasDem ialah menerapkan Garis-Garis Besar Haluan Partai (GBHP) terkait dengan politik identitas kepada seluruh kader.

"NasDem ingin memberikan guide line kepada setiap kader, baik di legislatif maupun di eksekutif untuk bersama-sama menghalau politik identitas yang merusak," tegas Ketua DPP NasDem Martin Manurung dalam FGD Politik, Hukum, dan Pertahanan Keamanan Politik Identitas, di Gedung DPP NasDem, Jakarta, kemarin.

Menurutnya, politik identitas sejatinya terjadi hampir di seluruh dunia. Namun, yang terjadi di negara lain bersifat produktif, mampu menunjukkan identitas kesatuan sebagai bangsa. Berbeda dengan Indonesia yang cenderung tercerai-berai oleh praktik politik identitas.

Sebagai partai yang modern, imbuhnya, NasDem akan hadir memberikan solusi terhadap praktik politik identitas yang merusak. NasDem ingin menggerakkan energi dari sisi politik untuk memperkuat politik identitas yang menguatkan Indonesia sebagai bangsa.

Cendekiawan Komaruddin Hidayat menuturkan bahwa parpol harus berhenti mengapitalisasi politik identitas yang mersusak. Parpol mestinya mampu menarik perhatian dengan tawaran gagasan dan integritas dan tidak hanya terpaku pada kemenangan meraih suara.

"Jangan hanya berpuas diri dengan kemenangan yang ditentukan oleh jumlah suara. Padahal, kalau kita bicara Pancasila, kemenangan ditentukan oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan," jelasnya.

Ia menjelaskan demokrasi liberal hanya memunculkan pilihan suka dan tidak suka, bukan benar atau salah. Itulah mengapa politik identitas masih memiliki pengaruh yang kuat di Tanah Air. "Bila berpolitik secara rasional, kemenangan esensial bukan ditentukan oleh jumlah suara, melainkan gagasan." (Uta/P-3)

Baca Juga

MI/Susanto

Menkumham Harus Petakan Permasalahan Lapas secara Menyeluruh

👤Putri Rosmalia Octaviyani 🕔Senin 13 Juli 2020, 15:15 WIB
Seharusnya dengan basis evaluasi dan pemetaan yang tepat, Kemenkumham bisa efektif meminimalisir permasalahan...
MI/M Soleh

Komisi III DPR Cecar Dirjen Imigrasi Soal Djoko Tjandra

👤Putra Ananda 🕔Senin 13 Juli 2020, 15:13 WIB
Anggota DPR Tampak menanyai Dirjen Imigrasi Jhoni Ginting terkait peran imigrasi dalam kasus pelarian buronan korupsi Djoko Tjandra ke luar...
Antara

Jokowi Singgung DKI Soal Lonjakan Positivity Rate Capai 10,5%

👤Insi Nantika Jelita 🕔Senin 13 Juli 2020, 15:11 WIB
Presiden Joko Widodo menyinggung lonjakan positivity rate di DKI Jakarta yang naik dua kali lipat mencapai 10,5%. Menteri diminta untuk...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya