Jumat 11 Oktober 2019, 06:40 WIB

Pelaku Diduga Anggota JAD

Ferdian Ananda Majni | Politik dan Hukum
Pelaku Diduga Anggota JAD

ANTARA FOTO/Dok. Polres Pandeglang
Menko Polhukam Wiranto (kedua dari kiri) diserang pelaku yang bernama Syahril Alamsyah alias Abu Rara saat berkunjung ke Pandeglang, Banten,

 

SEJUMLAH orang menjerit saat mengetahui seorang pria berkaus hitam lengan panjang dan bercelana putih cingkrang menusuk Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto dengan sebuah pisau di Alun-Alun Menes, Desa Purwaraja, Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang, Banten, pukul 11.50 WIB, kemarin.

Mantan Panglima TNI itu pun ambruk sembari memegang perutnya yang mengucurkan darah. Peristiwa terjadi  saat Wiranto melakukan kunjungan kerja. Ia langsung dilarikan ke RS Berkah Pandeglang, selanjutnya diterbangkan ke Jakarta untuk dirawat di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto.

Pelaku penusukan, Syahril Alamsyah alias Abu Rara, 31, diringkus di lokasi kejadian. Ditangkap pula istrinya yang bercadar, Fitri Andriana, 21.

Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan menduga pelaku penusukan Wiranto ada kaitannya dengan lima orang yang ditangkap membawa bom di Bekasi, Jawa Barat, beberapa hari lalu. "Yang merencanakan mengebom," ujar Budi di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, kemarin. 

Sumber: Mabes Polri

 

Menurut dia, Abu Rara diketahui sering berpindah-pindah tempat tinggal. "Pelaku dari kelompok JAD Bekasi. Kita tahu bahwa Abu Rara ini dulu dari sel JAD Kediri kemudian pindah," jelas Budi.

BIN, kata dia, sudah memprediksi bahwa menjelang pelantikan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin pada 20 Oktober ada rencana yang ingin dilakukan Jamaah Ansharut Daulah (JAD), khususnya JAD Bekasi.

Presiden Jokowi mengajak masyarakat untuk melawan dan memerangi radikalisme dan terorisme di Tanah Air. 

"Hanya dengan upaya kita bersama terorisme bisa kita selesaikan dan berantas dari negeri tercinta ini," kata Jokowi di RSPAD Jakarta, kemarin, seraya meme-rintahkan Polri untuk mengusut tuntas pelaku dan jaringan mereka.

 

Masih hidup

Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan penyerangan terhadap Wiranto menunjukkan radikalisme di Indonesia masih hidup. "Itu berarti bahwa sel-sel dari kelompok-kelompok radikal itu masih tetap jalan. Kita harus lebih hati-hati," kata Kalla di Matraman, Jakarta, kemarin.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan pelaku penusukan diduga terpapar kelompok Islamic State atau ISIS. "Dua pelaku diduga terpapar paham radikal kelompok ISIS," kata Dedi di Mabes Polri, Jakarta, kemarin.

Dedi  mengatakan lokasi penyerangan terhadap Wiranto, yakni Kecamatan Menes, Pandeglang, Banten, merupakan wilayah yang terpapar radikalisme.

Insiden terjadi saat Wiranto bersama rombongan hendak meninggalkan lapangan Alun-Alun Menes seusai meresmikan gedung kuliah di Universitas Mathla'ul Anwar, Banten. Saat kejadian tersebut, Wiranto baru turun dari mobil dan hendak naik helikopter untuk kembali ke Jakarta. Kapolsek Menes Komisaris Dariyanto yang berada berdekatan dengan Wiranto juga terkena tusukan di bagian punggung.

Sejumlah pejabat hingga tadi malam berdatangan membesuk Wiranto di RSPAD Gatot Subroto. (Tri/WB/YP/JI/PS/X-4)                 

Baca Juga

MI/Susanto

Menkumham Harus Petakan Permasalahan Lapas secara Menyeluruh

👤Putri Rosmalia Octaviyani 🕔Senin 13 Juli 2020, 15:15 WIB
Seharusnya dengan basis evaluasi dan pemetaan yang tepat, Kemenkumham bisa efektif meminimalisir permasalahan...
MI/M Soleh

Komisi III DPR Cecar Dirjen Imigrasi Soal Djoko Tjandra

👤Putra Ananda 🕔Senin 13 Juli 2020, 15:13 WIB
Anggota DPR Tampak menanyai Dirjen Imigrasi Jhoni Ginting terkait peran imigrasi dalam kasus pelarian buronan korupsi Djoko Tjandra ke luar...
Antara

Jokowi Singgung DKI Soal Lonjakan Positivity Rate Capai 10,5%

👤Insi Nantika Jelita 🕔Senin 13 Juli 2020, 15:11 WIB
Presiden Joko Widodo menyinggung lonjakan positivity rate di DKI Jakarta yang naik dua kali lipat mencapai 10,5%. Menteri diminta untuk...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya