Kamis 10 Oktober 2019, 22:35 WIB

50 Calon Komisioner Komnas Perempuan Ikuti Uji Publik

Syarief Oebaidillah | Humaniora
50 Calon Komisioner Komnas Perempuan Ikuti Uji Publik

MI/Adam Dwi
Ketua Panitia Seleksi (Pansel) Pemilihan Komisioner Komnas Perempuan, Usman Hamid

 

SEBANYAK 50 calon Komisioner Komisi Nasional Antikekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) akan mengikuti tahapan seleksi Uji publik pada 14-15 Oktober 2019 di Jakarta.

Publik diharapkan berpartisipasi memberi saran dan masukan guna terpilihnya komisioner yang memiliki rekam jejak independen, berkualitas, dan tahan banting.

"Kami mengundang masyarakat berpartisipasi, memberi tanggapan dan masukan atas rekam jejak calon Komisioner Komnas Perempuan dalam uji publik ini. Pansel juga membuka kesempatan bagi siapa saja yang ingin memberikan pendapat atau pertanyaan secara virtual melalui tautan," kata Ketua Panitia Seleksi (Pansel) Pemilihan Komisioner Komnas Perempuan, Usman Hamid, di Jakarta, Kamis (10/10).

Konferensi pers yang dipandu anggota pansel, Ahmad Junaedi, menghadirkan psikolog senior, Miryam SV Nainggolan, yang juga tim pansel. Usman Hamid, yang juga Direktur Eksekutif Amnesty Internasional Indonesia, mengutarakan, uji publik akan disiarkan melalui 'live streaming' dan mengedepankan semangat keterbukaan seleksi calon Komisioner Komnas Perempuan periode 2020-2024 ini.

Dengan semakin meningkatnya semangat keterbukaan dan partisipasi masyarakat pada seleksi komisioner Komnas Perempuan, Usman berharap publik memantau proses ini hingga tenggat waktu yang ditetapkan, 25 Oktober mendatang.

"Dengan proses yang semakin terbuka dan partisipatif, kita berharap bisa memenuhi harapan masyarakat guna mendapatkan komisioner Komnas Perempuan yang berintegritas dan independen dengan komposisi beragam, yang sesuai dengan harapan publik dan menjawab kebutuhan Komnas Perempuan 5 tahun mendatang," tuturnya.


Baca juga: Mendikbud Hargai Penolakan oleh Eka Kurniawan


Selain mengikuti tahapan uji publik, Usman mengungkapkan, calon komisioner akan mengikuti uji psikologi untuk mengetahui kemampuan intelektual, kerja sama tim, manajerial dan kepemimpinan, dan lain-lain.

Miryam Nainggolan menambahkan, uji psikologi dalam proses seleksi Komnas Perempuan baru pertama kali diselenggarakan. Uji psikologi dinilai penting mengingat dinamika dan tantangan besar di masa depan yang harus dihadapi Komisioner Komnas Perempuan.

Pihaknya mencari Komisioner Komnas Perempuan yang independen, berkualitas, punya kemampuan bekerja sama, berjejaring, kepemimpinan, dan berdaya tahan tinggi saat bekerja dalam tingkat stres yang tinggi.

"Dengan begitu Komisioner yang kita seleksi mereka yang mempunyai daya tahan tingg serta tahan banting," tegas Miryam yang berpengalaman, khususnya dalam mendampingi korban-korban pelanggaran HAM.

Ahmad Junaedi menambahkan, 50 calon komisioner yang akan mengikuti uji publik dan tes psikologi merupakan hasil seleksi terhadap 132 pelamar yang sebelumnya dinyatakan lolos pada tahapan seleksi administrasi hingga uji makalah.

Setelah tahapan tersebut, calon yang lolos akan mengikuti tahap seleksi selanjutnya, yaitu wawancara dengan Pansel pada 13-15 November mendatang. Dari 50 calon nantinya akan ditetapkan 15 Komisioner terpilih yang memimpin Komnas Perempuan periode 2020-2024. (OL-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More