Kamis 10 Oktober 2019, 23:20 WIB

Turki Ancam UE soal Suriah

Haufan Hasyim Salengke | Internasional
Turki Ancam UE soal Suriah

AFP
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan

 

PRESIDEN Turki Recep Tayyip Erdogan mengancam akan membiarkan jutaan pengungsi masuk ke Uni Eropa (UE) apabila UE menghalangi operasi militer Turki di Suriah.

"Saya peringatkan kembali, kalau UE menyamakan langkah Turki dengan invasi, kami akan biarkan 3,6 juta pengungsi masuk ke wilayah Eropa," ungkap Erdogan di Ankara, kemarin.

Operasi militer Turki berlangsung sejak Rabu (9/10) dengan tujuan menyerang milisi suku Kurdi di Suriah. Erdogan menyebut 109 'teroris' telah tewas dalam operasi itu, yang akan mencakup wilayah mulai Manbij di utara Suriah sampai ke perbatasan Irak yang jaraknya sekitar 350 km di sebelah timur.

"Target Turki ialah mencegah munculnya kawasan yang dikuasai teroris di perbatasan selatan," tegas Erdogan.

Turki saat ini menampung sekitar 3,6 juta pengungsi, atau tertinggi di dunia. Mereka merupakan korban dari konflik Suriah yang berlangsung delapan tahun.

Berdasarkan perjanjian dengan UE pada 2016, Turki setuju mencegah kepergian pengungsi ke Eropa. Sebagai timbal baliknya, Turki mendapat bantuan dana 6 miliar euro. Warga Turki juga mendapat fasilitas bebas visa untuk masuk Eropa.

Meski demikian, Turki mengeluhkan minimnya bantuan dari Eropa. "Eropa tidak pernah jujur. Sekarang mereka mau menahan dana bantuan 3 miliar euro, mereka selalu bohong," ujar Erdogan.

Menurut Erdogan, salah satu target operasi Turki ialah membangun 'zona aman' untuk sedikitnya 1 juta pengungsi yang ingin pulang ke Suriah.

"Untuk yang mau pulang, tapi sudah tidak punya rumah, kami akan buatkan permukiman dengan bantuan dana internasional," ujarnya.

Erdogan juga berupaya menghilangkan kecemasan Barat soal nasib tahanan IS yang sedang dalam penjara Kurdi.

"Kami akan tetap tahan siapa pun yang harus ditahan. Kalau ada yang mau menerima, kami juga akan pulangkan tahanan orang asing ke negara mereka," ujar Erdogan.

Di sisi lain, pasukan Kurdi mengatakan serangan bom Turki telah menghantam penjara tempat anggota IS ditahan. "Penjara Jerkin kena bom. Padahal di dalamnya ada penjahat-penjahat dari berbagai negara," ungkap juru bicara suku Kurdi, kemarin.

 

Kecaman AS

Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menggambarkan serangan Turki ke Suriah utara sebagai 'ide buruk'.

Trump yang menarik pasukan AS dari daerah Suriah utara yang ditafsirkan sebagai lampu hijau bagi Turki untuk menyerang milisi Kurdi yang sebelumnya bersekutu dengan AS--menegaskan bahwa Washington tidak mendukung serangan tersebut.

Presiden AS mengatakan Turki telah berkomitmen untuk memastikan tidak ada krisis kemanusiaan yang timbul. Gedung Putih menyatakan akan memantau secara dekat dan menuntut tanggung jawab Ankara untuk komitmen tersebut.

Trump mendapat kecaman pedas di Washington, termasuk dari anggota senior Partai Republik sendiri, atas apa yang mereka lihat sebagai pengkhianatan terhadap milisi Kurdi yang berjuang bersama pasukan AS untuk mengalahkan kelompok teror IS di Suriah. (AFP/X-11)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More