Kamis 10 Oktober 2019, 21:24 WIB

Tak Terdampak Kerusuhan, Pariwisata di Wamena Aman Dikunjungi

Akmal Fauzi | Nusantara
Tak Terdampak Kerusuhan, Pariwisata di Wamena Aman Dikunjungi

MI/IIS Zatnika
Lembah Baliem di Kabupaten Wamena, Papua

 

KABUPATEN Jayawijaya yang terkenal dengan Lembah Baliem dan rumah-rumah suku Dani tidak sedikitpun terpengaruh kerusuhan yang terjadi di Wamena beberapa waktu lalu.

Objek-objek budaya dan wisata alam di sana tetap eksis dan aman dikunjungi para wisatawan lokal serta mancanegara.

Peneliti dari Balai Arkeologi Papua, Hari Suroto, mengatakan sejumlah destinasi wisata tersebut dalam kondisi aman, tidak terkena dampak kerusuhan. Letak obyek-obyek wisata tersebut berada di pinggir Kota Wamena, Ibu Kota Kabupaten Jayawijaya.

Misalnya, suku Dani sebagai pemilik objek wisata budaya, seperti mumi mengusung tradisi selalu menjaga peninggalan leluhur. Rumah-rumah dan kehidupan tradisional suku Dani di sekitar Wamena dan Lembah Baliem masih utuh dan bisa dinikmati wisatawan.

“Termasuk situs Gua Kontilola dengan gambar Alien di dalamnya juga aman dari kerusuhan. Mama-mama suku Dani yang kreatif juga masih bersemangat merajut noken, baik untuk dipergunakan sendiri atau untuk dijual pada wisatawan,” kata Hari dalam keterangannya, Kamis (10/10).

Baca juga : PU-Pera Gandeng TNI AD Rehabilitasi Bangunan di Wamena

Tak hanya itu, kebun-kebun di pinggiran Wamena juga masih menghasilkan ubi jalar dan keladi, sebagai kuliner tradisional Lembah Baliem.

“Lembah Baliem sendiri merupakan daerah eksotis dengan keindahan alam dan budayanya. Dengan modal objek wisata budaya, alam dan produk kreatif khas Wamena maka pariwisata akan membangkitkan perekonomian Wamena yang terpuruk akibat kerusuhan,” ujarnya.

Menurut Edbert Gani, peneliti dari CSIS, sektor pariwisata merupakan salah satu indikator untuk menilai kemajuan pembangunan, tingkat ekonomi, dan kondisi masyarakat sebuah negara atau daerah.

Oleh sebab itu, ia mendukung jika sektor pariwisata terus menjadi perhatian pemerintah pusat dan daerah dalam setiap upaya untuk membangun Papua.

"Pariwisata di Papua dalam konsep membangun provinsi itu harus didasarkan pada kriteria keberlanjutan yang intinya bahwa pembangunan dapat didukung secara ekologis dalam jangka panjang sekaligus layak secara ekonomi, adil, secara etika dan sosial masyarakat," tegasnya. (RO/OL-7)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More