Kamis 10 Oktober 2019, 20:33 WIB

Tokopedia Bakal Sumbang Rp170 Triliun Bagi Ekonomi Indonesia

Faustinus Nua | Ekonomi
Tokopedia Bakal Sumbang Rp170 Triliun Bagi Ekonomi Indonesia

AFP/Adek Berry
Platform Tokopedia dalam aplikasi ponsel

 

PERUSAHAAN teknologi Indonesia Tokopedia diprediksi akan berkontribusi terhadap perekonomian Indonesia sebesar Rp170 triliun hingga Desember 2019.

Hal tersebut diungkapkan Wakil Direktur Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) Kiki Verico dalam konferensi pers Dampak Tokopedia Terhadap Perekonomian Indonesia di Jakarta (10/10).

"Untuk dampak langsung terhadap perekonomian Indonesia di tahun 2018, Tokopedia telah berkontribusi sebesar Rp58 triliun. Menurut riset LPEM FEB UI diprediksi hingga Desember 2019 akan meningkat menjadi Rp 170 triliun," katanya.

Kotribusi ekonomi langsung tersebut menurutnya tidak hanya terjadi di Pulau Jawa, namun juga terjadi di berbagai daerah lainnya di Indonesia. Hal tersebut menurutnya merupakan langkah menuju ekonomi inklusif yang konsisten dari Tokopedia.

Sementara untuk Gross Merchandise Value (GMV) selama 2018, Tokopedia berhasil menembus angka Rp73 triliun. Nilai tersebut menurutny akan meningkat menjadi Rp222 triliun atau setara dengan 1,5% perekonomian Indonesia.

Baca juga : Tokopedia Center Jangkau Daerah

"Kontribusi yang 1,5% itu terhadap PDB bukan pertumbuhan ekonomi. Itu berarti sizenya di angka 1,5% dari PDB atau Rp 222 triliun itu. Jadi kalo kita filtering itu kurang lebih 170, itu artinya yang dari domestik demand antara 1,4-1,5 terhadap PDB," imbuhnya.

Co-Founder dan CEO Tokopedia William Tanuwijaya mengungkapkan transaksi tahun ini diproyeksikan mencapai Rp222 triliun.

"Jika proyeksi ini akan mencapai Rp 222 triliun maka Tokopedia akan berkontribusi mencapai 1,5% seluruh ekonomi Indonesia," ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa tahun ini Tokopedia mempunyai 90 juta pengguna. Menurutnya jumlah tersebut masih bisa terus ditingkatkan di tahun-tahun mendatang. Jumlah penduduk Indonesia yang begitu banyak menjadi peluang Tokopedia untuk tetap memfokuskan pasar dalam negeri.

"Kita melihat bahwa potensi masyarakat pedesaan begitu besar. Jadi strateginya akan go local bukan go global. kami merasa Boyolali lebih penting dari Bangkok, Surakarta lebih penting dari pada Singapura," katanya.

Willian mengungkapkan ke depan Tokopedia bisa terus berekembang dan memberi sumbangan yang lebih besar lagi bagi ekonomi nasional. Ia mengharapkan dalam 5 tahunsampai 10 tahun ke depan Tokopedia bisa menyumbang hingga 5% bagi perekonomian Indonesia. (OL-7)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More