Kamis 10 Oktober 2019, 20:00 WIB

Wirausaha Santri Dinilai sebagai Arus Baru Ekonomi Indonesia

Antara | Nusantara
Wirausaha Santri Dinilai sebagai Arus Baru Ekonomi Indonesia

Ist
Wakil Presiden terpilih KH Ma'ruf Amin saat menghadiri acara Santri Milenial Center di Yogyakarta, Kamis (10/10).

 

PENGEMBANGAN wirausaha di kalangan santri di pesantren-pesantren di Indonesia dinilai sebagai arus baru ekonomi Indonesia yang potensial untuk mengantisipasi resesi yang mungkin terjadi.

Direktur Utama Santri Milenial Center (Simac), Nur Rahman, di Yogyakarta, Kamis (10/10), mengatakan, peran umat dan pesantren dalam membangun perekonomian bangsa sudah saatnya diperbesar karena bisa menjadi arus baru ekonomi Indonesia.

"Perlu ada gerakan bersama bagi para santri untuk menjadi usahawan atau santripreneur karena potensi gerakan ini untuk memberikan kontribusi pada pembangunan ekonomi bangsa sangat besar termasuk untuk mengantisipasi resesi," kata dia.

Menurut data Kementerian Agama RI, hingga 2016 jumlah santri di Indonesia mencapai 4.290.626 orang.

Apabila sebagian jumlah santri tersebut telah lulus pada 2019, jumlah SDM lulusan pesantren menjadi sebuah potensi yang perlu dikembangkan. Pihaknya pun kemudian mengembangkan sinergi dengan operator seluler PT Telekomunikasi Seluler (Telkomsel) untuk membangun gerakan santripreneur.

"Untuk menjadikan santri milenial sebagai salah satu tenaga penggerak ekonomi digital di Indonesia. Para santri milenial bisa memanfaatkan teknologi digital Telkomsel dalam mengoptimalkan pertumbuhan bisnis," katanya.


Baca juga: Bea Cukai Juanda Sita 76 Iphone 11 Bawaan Penumpang Pesawat


Pihaknya mengembangkan merek usaha santri yakni Kopi Abah yang dirilis pemasarannya baik offline maupun online dengan aplikasi Kopi Abah dan Coffee Moving.

Wakil Presiden Terpilih KH Ma'ruf Amin mengatakan, tantangan Indonesia ke depan ialah pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang unggul. Dengan segala potensi yang dimiliki perlu ada program yang memiliki target untuk peningkatan softskill SDM, salah satu sasaran yang memiliki potensi besar adalah santri.

"Santri harus mengambil peran dan tanggung jawab dalam bagian perubahan sosial dan penguatan ekonomi masyarakat Indonesia. Peran santri dalam pembangunan ekonomi harus dikelola dengan baik," kata Ma'ruf.

Sementara itu, Direktur Utama Telkomsel, Emma Sri Martini, mengatakan, pihaknya selalu berupaya untuk mendorong kesiapan Indonesia agar dapat menjadi negara digital secara menyeluruh dan berkelanjutan yang manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara merata.

"Peran santri dan milenial sebagai generasi muda yang mampu menciptakan karya dan inovasi nyata tentunya tidak boleh dilepaskan," katanya. (OL-1)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More