Kamis 10 Oktober 2019, 19:20 WIB

Tantang Tiongkok, Garuda Muda Harus Bermain Lepas

Yakub Pryatama Wijayaatmaja | Sepak Bola
Tantang Tiongkok, Garuda Muda Harus Bermain Lepas

ANTARA/Yulius Satria Wijaya
Pelatih timnas U-23 Indonesia, Indra Sjafri (keempat kiri) memberikan arahan saat latihan di Bogor, Jawa Barat.

 

TIM nasional Indonesia U-23 akan menjajal Tiongkok pada turnamen mini bertajuk CFA Team China Chong Qing Three Gorges Bank Cup International Football Tournament 2019 di Tiongkok, Jumat (11/10).

Keikutsertaan Timnas di turnamen itu diharapkan bisa menjadi bekal sebelum bertarung di SEA Games Filipina 2019 pada 30 November-11 Desember mendatang.

Itu sebabnya pelatih Timnas U-23, Indra Sjafri mengaku tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan itu. Ia menyebut ajang itu menjadi kesempatan dia untuk mencari komposisi skuat terbaik yang akan dibawa ke SEA Games 2019 nanti.

Baca juga: Kurniawan Dampingi Indra Sjafri di Timnas U-23

Indra membawa 26 pemain untuk tampil di Tiongkok pascamencoret empat pemain. Keempat pemain yang dicoret tersebut, ialah Osvaldo Haay, Todd Rivaldo Ferre, Rifad Marasabessy, dan Septian Satria Bagaskara.

Artinya, ada delapan pemain yang bakal dicoret lantaran dua slot akan dikosongkan untuk diisi pemain senior." Di Tiongkok, kita mau cari komposisi terbaik untuk dibawa ke SEA Games,” tutur Indra.

Sementara itu, eks pelatih timnas U-23, Rahmad Darmawan, melihat peluang Muhammad Rafli dkk untuk berbicara banyak di Tiongkok cukup terbuka. Rahmad menganggap bahwa Timnas kelompok U-23 ke bawah masih bisa bersaing antarnegara lainnya di Asia.

“Saya pikir persaingan di kelompok usia 23 tahun ke bawah masih ramai dan bisa kita komparasikan kualitas timnya. Jadi, saya rasa tak ada hal yang harus ditakutkan,” ujar Rahmad kepada Media Indonesia, Kamis (10/10).

Rahmad ingin skuat 'Garuda Muda' bisa bermain lepas tanpa beban agar bisa mengeluarkan penampilan terbaik sebelum SEA Games 2019.

Ia pun sependapat dengan coach Indra yang ingin menjadikan turnamen ini sebagai rangkaian ujicoba untuk seluruh pemain.

“Jangan berbicara juara atau menang dulu. Karena tak ada yang mewajibkan untuk juara di turnamen ujicoba. Saya rasa ini ajang yang pas untuk tahap seleksi lanjutan,” tuturnya.

“Tapi kalau tim ingin prestasi bagus demi lebih memotivasi anak-anak, ya kita harus bisa juara,” tambahnya.

Tiongkok sendiri seharusnya bukan lawan perdana Egy Maulana Vikri dkk. Timnas Arab Saudi yang menjadi lawan pertama Garuda Muda pada 9 Oktober, harus diundur lantaran Arab Saudi telat datang ke Tiongkok karena kesulitan mendapatkan tiket pesawat. (*/A-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More