Kamis 10 Oktober 2019, 14:00 WIB

Pascagempa Bumi, DPRD Maluku Kunjungi SMA Siwalima

Ghani Nurcahyadi | Nusantara
Pascagempa Bumi, DPRD Maluku Kunjungi SMA Siwalima

Dok. DPRD Maluku
Ketua DPRD Provinsi Maluku sementara, Lucky Wattimury (kemeja putih, kedua dari kanan) saat berbincang dengan para guru SMA Siwalima

 

PASCAGEMPA bumi bermagnitudo 6,8 Skala Richter (SR) yang dimutakhirkan menjadi 6,5 SR yang menguncang Kota Ambon dan sekitarnya, pada Kamis (26/9) lalu, DPRD Provinsi Maluku meninjau kondisi belajar mengajar 397 siswa di SMA Siwalima yang berada di Desa Waiheru-Kota Ambon.

Tinjauan dilakukan mengingat tingginya kekuatiran orang tua yang menyekolahkan dan mengasramakan anak di SMA Siwalima.

Ketua DPRD Provinsi Maluku Sementara, Lucky Wattimury, bersama dengan tim penanggulangan pengungsi DPRD Provinsi Maluku meninjau dari dekat situasi di lokasi SMA Siwalima setelah terlebih dahulu meninjau lokasi pengungsi di Pulau Haruku dan sekitarnya serta wilayah Kairatu, Salahatu dan Leihitu.

“Tim sudah bergerak mulai dari Leihitu, Salahutu, Kairatu bahkan Pulau Ambon dan Pulau Haruku dan diwaktu bersamaan diinformasikan jika di SMA Siwalima ada pula pengungsi yang mengakibatkan kegiatan belajar mengajar tidak berjalan sehingga siswa pada pulang kampung karena kekuatiran orang tua siswa. Karena itu, DPRD Maluku meninjau secara langsung melihat bagaimana penanganan pengungsi sehingga perlu dilakukan koordinasi bersama dengan Gubernur Maluku mengingat SMA Siwalima menampung siswa yang berasal dari 11 kabupaten/kota se-Maluku,” ujar Wattimury dalma keterangan tertulisnya.

Dari peninjauan lapangan, diketahui jika kepala sekolah telah melakukan koordinasi bersama dengan kepala dinas pendidikan provinsi Maluku maupun dengan pemerintah Desa Waiheru. Sehingga disimpulkan jika situasi saat ini tidak bisa dipaksakan.

Baca juga : Pemerintah Lakukan Langkah Cepat Pasca Gempa Maluku

“Pascagempa bumi siswa dirumahkan namun kepala sekolah telah mengharuskan siswa masuk pada tanggal 8 Oktober. Namun mengingat masih ada gempa susulan maka pasti ada menimbulkan kekuatiran bagi orang tua dan ini menjadi bentuk kecemasan bagi dunia pendidikan di Maluku sehingga jangan memaksakan siswa untuk masuk karena itu perlu ada koordinasi lanjut dengan dinas pendidikan Maluku” urai Wattimury.

Menurut Wattimury, DPRD Provinsi Maluku akan mengundang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku untuk membicarakan pelaksanaan pendidikan di Maluku khusus Kabupaten Maluku Tengah, Kabupaten Seram Bagian Barat dan Kota Ambon yang kena imbas gempa, sehingga perlu ada penataan yang baik terkait pendidikan dan masa depan anak-anak Maluku.

“Hasil kerja tim dan kunjungan kami terkait masalah pendidikan dan pengungsi akan kami satukan dan laporkan ke Gubernur Maluku, Murad Ismail, sehingga masalah pengungsi bisa ditangani dengan baik dan masalah pendidikan bisa berjalan agar anak-anak tidak dirugikan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMA Siwalima, P. Tahapary mengaku, jika sekolah sempat didatangi masyarakat yang mengungsi namun tidak mengganggu jalannya proses belajar mengajar, bahkan saat ini tidak ada pengungsi.

"Namun mengingat gempa susulan yang masih terjadi maka atas pertimbangan diberikan lokasi untuk membangun satu tenda yang berada di bagian belakang sekolah yang dapat ditempati jika situasi gempa terutama di malam hari. Atas koordinasi bersama, maka telah disepakati sekolah akan berjalan pada tanggal delapan Oktober,“ tandas Tahapary. (RO/OL-7)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More