Kamis 10 Oktober 2019, 17:05 WIB

Unma Banten Mengutuk Percobaan Penusukan terhadap Menkopolhukam

mediaindonesia.com | Politik dan Hukum
Unma Banten Mengutuk Percobaan Penusukan terhadap Menkopolhukam

ANTARA FOTO/Dok Polres Pandeglang
Upaya percobaan penusukan terhadap Menkopolhukam Jenderal TNI (Purn) Wiranto di alun-alun Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang.

 

KEPALA Humas Universitas Mathla'ul Anwar (Unma) Banten Rizal Rohmatullah menyampaikan pernyataan resmi bahwa sivitas akademika Unma Banten mengutuk keras upaya percobaan penusukan terhadap Menkopolhukam Jenderal TNI (Purn) Wiranto di alun-alun Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang, Kamis (10/10).

Upaya penusukan ini juga menimpa tokoh Mathla’ul Anwar Fuad Sauki yang sedang mendampingi Bapak Wiranto.

"Perilaku ini tidak dapat dibenarkan secara hukum dan dari sudut pandang agama yang kami yakini. Kejadian ini sangat memalukan nama baik Universitas Mathla’ul Anwar dan masyarakat Pandeglang yang dikenal senantiasa menjaga sopan santun dan religius," kata Rizal melalui pernyataan resmi yang diterima, Kamis (10/10).

Baca juga: Polisi Dalami Pelaku Penyerang Wiranto dengan JAD Cirebon-Sumut

Sebelumnya, Menkopolhukam Jenderal TNI (Purn) Wiranto menghadiri acara dan meresmikan gedung di kampus Unma Banten, Kampung Cikaliung, Kecamatan Saketi, Kabupaten Pandeglang, yang berjarak kurang lebih 6 km dari lokasi terjadinya penusukan.

Dikabarkan, Bapak Wiranto diserang satu orang laki-laki dan satu orang perempuan sesaat hendak turun dari mobil menuju helicopter yang akan membawanya ke Jakarta.

Sivitas akademika Unma berharap kejadian penusukan ini dapat diusut secara tuntas dan pelakunya diperoses secara hukum sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Pihaknya berharap Wiranto segera pulih kembali dan tetap bisa menjalankan tugas-tugas kenegaraan.(RO/OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More