Kamis 10 Oktober 2019, 11:46 WIB

Tiga Rumah di Pesisir Pantai Cianjur Terendam Banjir Bugeul

Benny Bastiandy | Nusantara
Tiga Rumah di Pesisir Pantai Cianjur Terendam Banjir Bugeul

MI/Benny Bastiandy
Ilustrasi

 

SEDIKITNYA tiga rumah di Kecamatan Agrabinta Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, tergenang air akibat meluapnya Sungai Cibuni. Fenomena itu dikenal sebagai banjir bugeul akibat tertutupnya aliran sungai oleh gundukan pasir laut.

"Kejadianya Selasa (8/10). Lokasinya di Desa Wangunjaya dan Desa Sinarlaut yang berbatasan langsung dengan Tegalbuleud di Kabupaten Sukabumi. Ada tiga rumah yang terendam," kata Sekretaris BPBD Kabupaten Cianjur, Sugeng Supriyatno, kepada Media Indonesia, Kamis (10/10).

Bugeul merupakan sebuah fenomena alam yang biasa terjadi di kawasan pesisir pantai. Fenomena itu terjadi karena gelombang pasang yang membawa pasir ke bibir pantai hingga menutup aliran sungai.

"Pasir lautnya menutup Sungai Cibuni. Karena tertutup pasir laut, air di aliran Sungai Cibuni meluap ke permukiman warga terdekat. Kami langsung menurunkan personel ke lokasi. Dibantu unsur Muspika dan elemen warga, kami menyingkirkan gundukan pasir sehingga membuka kembali aliran sungai yang bermuara ke laut," sebut Sugeng.

Sugeng menuturkan seandainya saat itu tak cepat diatasi, bisa jadi banjir bugeul itu menggenani sekitar 50-60 unit rumah atau sekitar 240 jiwa di dua desa. Sugeng masih menyiagakan personel di lokasi untuk mengantisipasi fenomena bugeul susulan.

"Fenomena bugeul ini tak bisa diprediksi. Bisa terjadi kapan saja," ungkapnya.

Banjir bugeul tak hanya terjadi di wilayah pesisir pantai selatan Cianjur saja. Wilayah yang paling terdampak fenomena tersebut yakni Kecamatan Tegalbuleud.

"Di Tegalbuleud tak hanya rumah yang tergenang, tapi juga lahan persawahan. Wilayah itu paling terdampak banjir bugeul," sebut dia.

Pesisir pantai selatan Cianjur membentang sepanjang hampir 77 kilometer. Bentangan kawasan pantai itu berada di Kecamatan Tegalbuleud, Kecamatan Sindangbarang, dan Kecamatan Cidaun.

baca juga: Tim Akselerasi Pembangunan Bentukan Emil Intervensi Pemerintahan

Bersamaan prediksi memasukinya musim hujan, Sugeng mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi bencana. Utamanya potensi pergerakan tanah dan longsor karena kondisi kontur tanah labil akibat dilanda kemarau panjang.

"Tapi kami belum mencabut status siaga darurat kekeringan. Belum ada informasi dari BMKG menyangkut kondisi cuaca sekarang," pungkasnya. (OL-3)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More