Kamis 10 Oktober 2019, 10:42 WIB

Inflasi Kalteng Triwulan II Rendah

Surya Sriyanti | Nusantara
Inflasi Kalteng Triwulan II Rendah

MI/Surya Sriyanti
Deputi Bank Indonesia Perwakilan Kalteng, Setian sedang memaparkan inflasi Kalteng pada triwulan II lebih rendah dari capaian nasional

 

TEKANAN inflasi Provinsi Kalteng pada triwulan II tahun 2019 lebih rendah dibandingkan triwulan I tahun 2019 yakni 2,89%. Rendahnya inflasi disebabkan terjaganya harga pangan pada Ramadan dan Idul Fitri. Hal ini diungkapkan Setian Deputi Bank Indonesia Perwakilan Kalteng, pada acara Diseminasi Laporan Perekonomian Provinsi Kalteng di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Kamis (10/10).

Menurut Setian, terkendalinya harga pada periode HBKN menjadi faktor yang menyebabkan cukup terkendalinya harga komoditas selama triwulan II.

"Komoditas penahan inflasi adalah beras, daging ayam ras, mie kering instan, daging sapi dan daging ayam kampung," ujarnya.

Capaian inflasi Kalteng ini kata Setian, lebih rendah dari capaian nasional pada periode yang sama.

"Kalau Kalteng capaian inflasinya 2,89%, sementara untuk tingkat nasional capaian inflasi sebesar 3,28%," tambah Setian.

Berdasarkan jenis komoditasnya, beras dan angkutan udara masing-masing menjadi komoditas dengan andil tertinggi di Palangka Raya dan Sampit.

"Untuk Palangka Raya andil inflasi tertinggi adalah beras sebesar 0,42%, angkutan udara 0,29%, bawang merah 0,16%, dan sate 0,14%, ungkap Setian.

baca juga: Fashion Show Batik Akan Digelar di Bandara Adisutjipto

Andil tingginya inflasi pada beras disebabkan kenaikan harga gabah kering panen (GKP) sebesar 4,5%, dan harga beras premium di penggilingan pada bulan Juni 0,26%. Sedangkan untuk Sampit andil inflasi tertingginya pada angkutan udara 0,86%, mobil 0,37%, rokok kretek filter 0,26%.

"Meskipun mulai terjadi penurunan pada harga tiket pesawat, namun masih tinggi dibandingkan 2018 lalu di Sampit," pungkasnya. (OL-3)

 

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More