Kamis 10 Oktober 2019, 10:27 WIB

Arteria Dahlan tidak Ambil Pusing Hujatan Warganet

Thomas Harming Suwarta | Politik dan Hukum
Arteria Dahlan tidak Ambil Pusing Hujatan Warganet

ANTARA/Reno Esnir
Arteria Dahlan

 

POLITIKUS PDIP Arteria Dahlan mengaku tidak ambil pusing dengan reaksi warganet yang mengecam aksinya yang dianggap tidak sopan saat talkshow Mata Najwa di sebuah stasiun televisi, Rabu (9/10) malam.

Dia menganggap, daripada memerhatikan hujatan, masih banyak masyarakat yang juga memberikan apresiasi.

"Ya tidak apa-apa, masyarakat kan macam-macam. Ada juga kok yang mengapresiasi, banyak sekali malahan," kata Arteria saat dihubungi Media Indonesia di Jakarta, Kamis (10/9).

Ia menganggap banjir hujatan yang dia terima karena kalah substansi debat.

"Itu pergeseran isu saja. Karena sudah kalah debat lalu dibuat framing seperti itu. Ya tidak apa-apalah. Mari debat substansi saja jangan digeser isunya, saya ladenin," lanjut dia.

Baca juga: Profil Arteria Dahlan di Wikipedia Diubah Warganet

Dari video tayangan Mata Najwa yang beredar luas, saat acara talkshow tersebut Arteria sering menyela pembicaraan, termasuk saat Emil Salim berbicara.

Arteria bahkan dengan emosional menyebut Emil adalah profesor sesat.

"Di dalam aturan Undang-undang KPK ada kewajiban menyampaikan laporan," kata Prof Emil Salim.

Namun belum selesai penjelasan Emil, Arteria Dahlan dengan nada tinggi menyela sambil menunjuk-nunjuk Prof Emil.

"Nggak pernah dikerjakan Prof, Prof tau nggak? Saya di DPR, Prof," kata Arteria.

Ia bahkan menyebut-nyebut agar Emil tidak merendahkan DPR sebab Emil adalah juga hasil proses politik di DPR.

Seorang warganet Ully Siregar melalui akunnya @sheknowshoney tampak geram dengan sikap Arteria.

"Nak, kenali manusia-manusia seperti Arteria Dahlan, agar kelak dewasa engkau tak berperilaku seperti dia. Doa ibu selalu semoga engkau dijauhkan dari sifat tak mau mendengarkan lawan bicara," cicit Ully. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More