Kamis 10 Oktober 2019, 10:20 WIB

Persidangan Romi Tetap Dilanjutkan

M Iqbal Al Machmudi | Politik dan Hukum
Persidangan Romi Tetap Dilanjutkan

MI/PIUS ERLANGGA
Mantan Ketua Umum PPP yang juga terdakwa kasus suap jual beli jabatan di Kementrian Agama, Romahurmuziy berbincang dengan kuasa hukumnya.

 

TERDAKWA kasus suap jual beli jabatan di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag) Muhammad Romahurmuziy siap mengajukan banding atas putusan sela atau penolakan eksepsi yang diputuskan majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta. Kuasa hukum mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu, Maqdir Ismail mengatakan, pihaknya akan mengajukan banding setelah majelis hakim menolak seluruh eksepsi terdakwa. "Yang mulia kami akan melakukan banding atas putusan sela ini karena bagaimana pun juga setelah kami mendengar ini ada kontradiksi bahwa putusan sela dengan putusan praperadilan," kata Maqdir di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, kemarin.

Menurut Maqdir, penolakan eksepsi oleh hakim sempat dipersoalkan terutama mengenai penangkapan Romi dalam praperadilan. "Sementara sekarang dalam putusan majelis yang mulia ini ialah kewenangan praperadilan," ujar Maqdir.

Namun demikian, Maqdir mengungkapkan, kliennya mengaku tetap menghormati putusan pengadilan. Pihaknya akan mengikuti seluruh rangkaian proses persidangan dan mempertimbangkan menghadirkan sejumlah saksi. "Kita akan mengikuti seluruh pro-ses persidangan selanjutnya, tentu saja dengan mende-ngarkan keterangan para saksi yang dihadirkan penuntut umum. Sesudah itu tentu kami mempertimbangkan untuk menghadirkan saksi-saksi," ujarnya.

 

Eksepsi ditolak

Sebagaimana diketahui, Pengadilan Tipikor Jakarta menolak eksepsi atau nota keberatan yang diajukan bekas Romahurmuziy alias Romi dalam kasus suap jabatan di Kementerian Agama. "Menyatakan keberatan terdakwa dan tim penasihat hukum terdakwa tidak dapat diterima," ucap Ketua Majelis Hakim Fahzal Hendri.

Seluruh eksepsi Romi ditolak Majelis Hakim. Dalam putusannya disebutkan, surat dakwaan dari JPU KPK telah memenuhi syarat formil dan materiel. "Memerintahkan penuntut umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi untuk melanjutkan pokok pemeriksaan pada perkara ini," katanya.

Namun demikian, Fahzal mempersilakan Romi mengajukan banding. Namun, proses persidangan Romi dengan agenda pembuktian dari saksi-saksi tetap dilanjutkan. "Ini merupakan putusan pertimbangan hukum terhadap keberatan. Silakan kalau mau membandingkan dengan putusan praperadilan yang lalu terhadap terdakwa, yang jelas pemeriksa perkara ini  akan berlanjut dengan menghadirkan saksi," ujarnya.

Sebagaimana diketahui, Romi didakwa menerima suap Rp325 juta dari Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur, Haris Hasanuddin, dan dari Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik, Muafaq Wirahadi, Rp91,4 juta. Perbuatan itu bertentangan dengan posisinya sebagai anggota DPR periode 2014-2019 atau selaku penyelenggara negara. Romi didakwa melanggar Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang No 31/1999 sebagaimana diubah dalam UU No 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 64 ayat 1 KUHP. (P-4)

Baca Juga

MI/Benny Bastiandi

Wawan Setiawan Resmi Diajukan Demokrat jadi Cabup Cianjur

👤Benny Bastiandy 🕔Jumat 29 Mei 2020, 17:45 WIB
SEKRETARIS DPD Partai Demokrat Jawa Barat, Wawan Setiawan, resmi ditunjuk sebagai calon Bupati Cianjur pada Pilkada...
ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra

Dirut Baru TVRI Eks Kontributor Playboy, PKS: Offside Ini

👤Thomas Harming Suwarta 🕔Jumat 29 Mei 2020, 17:31 WIB
Setiap penyelenggara negara harus tunduk kepada TAP MPR RI No. VI/MPR/2001 Tahun 2001 tentang Etika Kehidupan...
MI/RAMDANI

Perpanjangan Darurat Covid-19 Tinggal Tunggu Presiden Jokowi

👤Henri Siagian 🕔Jumat 29 Mei 2020, 15:41 WIB
Di keputusan itu, masa darurat berlaku selama 91 hari atau sejak 29 Februari hingga 29 Mei atau hari...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya