Kamis 10 Oktober 2019, 08:05 WIB

Kampung Akuarium Jadi Wisata Sejarah

Selamat Saragih | Megapolitan
Kampung Akuarium Jadi Wisata Sejarah

Dok.MI/Haufan Hasyim Salengke
Wajah kampung akuarium yang telah ditata atau dirapihkan (13/9/2018)

 

GUBERNUR DKI Jakarta, Anies Baswedan, akan membangun kembali kawasan Kampung Akuarium, di kawasan Penjaringan, Jakarta Utara. Di mana sebelumnya, kampung ini dibongkar paksa Ahok alias Basuki Tjahaja Purnama (BTP), saat menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Anies akan membangun kembali Kampung Akuarium menjadi sebuah kawasan wisata budaya sejarah. Karena sewaktu melakukan penggusuran pada era BTP, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI menemukan benteng peninggalan zaman Belanda yang tenggelam di dekat permukim-an warga yang digusur.

Menurut Anies, benteng tersebut akan direhabilitasi sesuai ketentuan mengenai bangunan cagar budaya. Tidak lupa dalam perencanaan membangun Kampung Akua-rium sebagai kawasan wisata budaya sejarah, termasuk bentengnya, akan melibatkan pakar cagar budaya dan aspirasi dari warga Kampung Akuarium.

"Semua ketentuan mengenai cagar budaya, kita akan ikuti. Jadi dalam perencanaannya pun, kita mendengarkan warga, mendengarkan pakar cagar budaya. Sehingga nanti, tempat ini benar-benar menjadi semacam kawasan wisata budaya sejarah," kata Anies, di Balai Kota DKI Jakarta, kemarin.

Dalam perencanaan pembangunannya nanti, lanjut Anies, Kampung Akuarium akan tersambung dengan kawasan wisata Kota Tua. Sehingga warga Jakarta dapat menikmati wisata budaya dan sejarah mulai dari Kampung Akuarium hingga Kota Tua.

"Dari Masjid Luar Batang, kemudian Pelabuhan Sunda Kelapa, kemudian Kampung Akuarium, terus ke bawah sampai ke Kota Tua. Itu sebagai sebuah rangkaian. Jadi pasti itu diperhatikan," ujar Anies.

Perubahan

Pengamat kebijakan publik Amir Hamzah mengingatkan Gubernur Anies agar program ini harus dibicarakan dengan DPRD. Karena setahu dia, perubahan ini belum pernah dibahas dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2020 dan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) yang lalu. Perubahan program yang membutuhkan anggaran besar harus dibicarakan dengan dewan.

"Oleh karena itu, rencana perubahan ini tidak mungkin dilaksanakan dalam tahun angaran 2020. Sebab, sesuatu yang tidak diatur dalam RKPD pasti tidak akan memperoleh alokasi anggaran dalam APBD," tegasnya.

Namun, jelasnya, apabila Gubernur Anies akan melakukan perubahan, menjadikan Kampung Akuarium menjadi kawasan wisata sejarah dan budaya maka hal ini lebih dulu harus dibahas dengan DPRD. "Apabila disetujui oleh DPRD maka anggarannya dapat dialokasikan dalam APBD Perubahan 2020. Itu mekanismenya," ujar Amir.

Pemprov DKI era kepemim-pinan Ahok menggusur Kampung Akuarium pada 11 April 2016. Saat menjadi gubernur, Anies Baswedan kemudian berjanji akan membangun ulang kampung tersebut.

Sebelum membangun ulang kampung, Pemprov DKI telah mengaktifkan kembali kartu tanda penduduk (KTP) warga Kampung Akuarium sejak awal 2018. Pemprov DKI juga membangun hunian sementara untuk warga pada April 2018.

Anies pernah mengemukakan program penataan kampung dengan membangun rumah berlapis. Namun, rencana tersebut tampaknya berubah lagi dengan temuan adanya benteng Belanda yang tenggelam di sana. (J-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More