Kamis 10 Oktober 2019, 08:30 WIB

Trump Salahkan Obama karena Bersekutu dengan Kelompok PKK

Haufan Hasyim Salengke | Internasional
Trump Salahkan Obama karena Bersekutu dengan Kelompok PKK

AFP/Brendan Smialowski
Presiden Amerika Serikat Donald Trump

 

PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengkritik pendahulunya, Barack Obama, atas keputusan bermitra dengan kelompok teroris Partai Pekerja Kurdistan (PKK) ketika Turki memulai Operasi Musim Semi Perdamaian di Suriah utara.

"Ketika Presiden (Barack) Obama menggaet PKK, ketika mereka membawa PKK, itu adalah kesepakatan yang sulit, karena mereka adalah musuh bebuyutan Turki," kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih, Rabu (9/10) waktu setempat.

"Jadi, ketika Anda membawa mereka ke dalam kemitraan, ini adalah situasi yang sulit. Ini sulit untuk Turki," imbuhnya seperti dikutip Anadolu Agency.

Trump, Minggu (6/10), mengumumkan penarikan mundur pasukan AS dari posisi mereka di Suriah utara menjelang operasi Turki.

Baca juga: Turki Mulai Hantam Kurdi di Suriah

Turki mengumumkan peluncuran Operation Peace Spring di timur Sungai Eufrat di Suriah utara untuk mengamankan perbatasannya.

Ankara memastikan unsur-unsur teror hengkang dari wilayah itu untuk memastikan kembalinya pengungsi Suriah dengan aman.

Turki telah mengatakan kelompok teroris PKK dan kepanjangan tangan YPG/PYD, merupakan ancaman terbesar bagi masa depan Suriah, yang membahayakan integritas teritorial negara itu dan struktur kesatuan.

Ankara juga menekankan bahwa mendukung teroris dengan dalih memerangi kelompok Islamic State (IS) tidak dapat diterima.

Turki memiliki perbatasan sepanjang 911 kilometer dengan Suriah dan telah lama mengecam ancaman para teroris di sebelah timur Sungai Eufrat dan pembentukan 'koridor teroris' di sana.

Turki berencana memukimkan kembali 2 juta warga Suriah di zona aman seluas 30 kilometer yang akan didirikan di Suriah, membentang dari Sungai Eufrat ke perbatasan Irak, termasuk Manbij.

Namun, kehadiran kelompok teror seperti PKK, PYD, dan YPG membawa ancaman terhadap rencana tersebut.

Melansir BBC, Turki telah meluncurkan serangan darat di Suriah utara, beberapa jam setelah pesawat tempur dan artilerinya mulai menghantam wilayah yang dikuasai milisi pimpinan Kurdi.

Serangan itu diluncurkan hanya beberapa hari setelah Trump menarik pasukan AS dari daerah perbatasan, sebuah keputusan yang dikritik di dalam dan luar negeri. (BBC/OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More