Kamis 10 Oktober 2019, 09:30 WIB

Yang Perlu Anda Lakukan jika Kawan Didiagnosis Kanker Payudara

Irana Shalindra | Weekend
Yang Perlu Anda Lakukan jika Kawan Didiagnosis Kanker Payudara

ANT/Didik Suhartono
Kanker payudara menjadi kasus tertinggi di antara jenis kanker lain yang diidap perempuan Indonesia.

Oktober ialah Bulan Peduli Kanker Payudara di banyak negara, seperti Indonesia dan Amerika Serikat. Dari data Globocan 2018, di Indonesia, kejadian kanker payudara merupakan yang tertinggi di antara jenis kanker lainnya pada perempuan, yaitu 42,1 per 100.000 penduduk.

Memiliki kawan, anggota keluarga, atau sahabat, yang mengidap kanker tentu membuat Anda bersedih. Ada kalanya Anda mungkin juga bingung harus memberi bantuan atau dukungan seperti apa. Namun, jangankan Anda, kadang sang penderita kanker sendiri merasakan kebingungan serupa.

Editor senior Yahoo Lifestyle, Beth Greenfields, mengatakan, dari buku How to Be a Friend to a Friend Who’s Sick yang ditulis oleh aktivis dan penyintas kanker payudara, Letty Cottin Pogrebin, menjadi teman yang baik di saat sulit tersebut tak selalu sekadar berdasarkan naluri.

'Saya yakin Anda mengetahui cara 'berteman' ketika itu berarti mengobrol saat makan siang, duduk berdampingan saat menonton pertandingan, atau mengirim pesan tentang film,' tulis Pogrebin seperti dikutipnya.

'Namun, ketika seorang sahabat atau orang tercinta sakit secara fisik atau mental, ketika peran Anda dalam relasi tersebut tidak lagi mudah, dan minat serta kepentingan kalian tidak lagi resiprokal, juga percakapan yang dulu mudah dan ringan menjadi seputar krisis dan rasa sakit, Anda barangkali perlu mencari cara baru untuk terus berteman, cara baru untuk mendukung, dan kata-kata baru agar hubungan kalian tetap solid.'

Berdasarkan buku tersebut dan pengalamannya sebagai penyintas kanker, Greenfields mengemukakan beberapa cara untuk menunjukkan atensi dan afeksi Anda terhadap orang-orang tersayang yang didiagnosis kanker payudara.

1. Jangan menghilang
Teman yang menghilang, pasangan yang pergi, ialah hal yang banyak dialami penderita kanker. Kadang, orang-orang itu menghilang dari 'radar' karena mereka tidak tahu harus bicara apa, atau mereka menganggap penyakit Anda sebagai hal berat untuk ikut mereka tanggung.

'Saya bisa memaafkan ucapan yang salah. Situasi saya buruk sampai saya pun tak tahu harus berkata apa. Tapi, saya tidak bisa memaafkan teman-teman yang menghilang ketika saya mendapat diagnosis kanker,' Greenfields mengutip ucapan seorang penyintas kanker di grup Facebook-nya.

Salah satu sikap terbaik yang bisa Anda tunjukkan di saat sulit ini ialah tetap berhubungan. Hanya mengirim teks sederhana seperti 'apa kabar?' dapat bermakna besar.

2. Jangan melontarkan lelucon yang tak sensitif
Umpamanya, 'Wah, paling enggak kamu mendapat boob job (operasi payudara) gratis!' atau variasi dari lelucon tersebut. Karena, sudah jelas, apa ada perempuan yang rela payudaranya diangkat jika bukan karena risiko menyangkut hidup dan mati? Jangan samakan mastektomi dengan operasi plastik kecantikan.

3. Tak perlu menganalisis berlebihan
Bijaklah dengan tak mempertanyakan, 'Menurut kamu apa kira-kira penyebabnya?' atau semacamnya. Tak perlu juga memberi sederet saran treatment atau dokter kecuali diminta.

Greenfields mengatakan, salah satu komentar tak sensitif yang pernah ia terima ialah, 'Wow, ternyata gaya hidup vegan kamu tak terlalu berhasil baik, ya?'

4. Simpan kalimat klise
Contoh semacam itu ialah, 'Tuhan tidak akan memberi cobaan melebihi kemampuan kita' atau 'Apa yang tak membunuhmu akan menjadikanmu lebih kuat' dan sejenisnya.

Alih-alih memberikan kalimat dukungan yang klise, lebih baik Anda...

5. Menjadi pendengar yang baik
Seorang penyintas berkata kepada Greenfields, reaksi terbaik yang ia dapat berasal dari seorang teman yang selalu menelponnya setiap ia selesai menjalani kemo --yang berarti sang teman mengingat jadwal kemo tersebut-- dan mengajaknya makan siang atau minum kopi sambil membiarkannya bercerita soal kemo, kanker, atau apapun.

Jika Anda berbincang dengan pengidap kanker yang cukup terbuka, boleh juga menanyakan hal spesifik soal treatment yang dilakukan. Membicarakan kanker secara klinis dapat menghilangkan kecanggungan dan kekhawatiran akan rasa dikasihani.

6. Hadir
Salah satu saran lain ialah, tak perlu menanyakan apa bantuan yang dibutuhkan. Lakukan hal baik yang Anda bisa. "Banyak orang tidak tahu cara meminta tolong atau bahkan tidak tahu apa yang mereka perlukan. Namun, apapun yang Anda lakukan akan diapresiasi, seperti mengirimkan tanaman dengan pesan yang simpatik, atau mengirimkan makanan kesukaannya," ujar Greenfields. (M-2)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More