Kamis 10 Oktober 2019, 02:20 WIB

Elektabilitas Bakal Calon Bupati Segera Disurvei

Palce Amalo | Nusantara
Elektabilitas Bakal Calon Bupati Segera Disurvei

Ilustrasi
Pilkada

 

PARTAI NasDem bersiap menyurvei elektabilitas para bakal calon bupati dan wakil bupati yang telah mendaftar untuk bertarung dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak pada 2020.

Survei antara lain dilakukan oleh Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Nusa Tenggara Timur (NTT) terhadap para calon di sembilan kabupaten. Mereka terdiri atas 29 bakal calon bupati, 15 bakal calon wakil bupati, dan 8 pasangan calon bupati-wakil bupati.

"Kami menyurvei itu untuk mengukur tingkat popularitas dan elektabilitas para bakal calon untuk diusung pada pemilihan kepala daerah serentak," kata Sekretaris DPW Partai NasDem NTT Alexander Ofong di Kupang, kemarin.

Menurutnya, survei juga dilakukan terhadap tiga pasangan calon bupati dan wakil bupati yang sudah direkomendasikan oleh Partai NasDem di Kabupaten Manggarai Barat, Ngada, dan Belu untuk mengetahui posisi mereka di masyarakat. "Setelah tahu posisi mereka, kita bicarakan langkah-langkah yang akan diambil ke depan," ujarnya.

Bakal calon kepala daerah yang mendaftar di kabupaten lain, kata Alexander, akan diundang untuk mendengarkan pemaparan visi-misi sebelum survei elektabilitas.

Menurutnya, NasDem tetap memprioritaskan kader untuk diusung menjadi calon kepala daerah. Namun, kader nonpartai juga diperhitungkan jika hasil survei menunjukkan posisi mereka berada di atas kader NasDem. "Kalau kader belum siap, kita akan mendorong nonkader," katanya.

Ia mencontohkan, bakal calon bupati dan wakil bupati yang mendaftar di DPD NasDem Kabupaten Sumba Timur, Malaka, dan Sabu Raijua, bukan kader. Kader Partai NasDem hanya maju di Kabupaten Timor Tengah Utara, Sumba Barat, Manggarai, Manggarai Barat, Ngada, dan Belu.

Di Kabupaten Sumba Barat dua kader NasDem sama-sama mendaftar sebagai bakal calon bupati, yakni Gregorius HBL Pandango yang saat ini menjabat wakil ketua DPRD dan Marthen Ngailu Toni yang menjabat wakil bupati.

Kedua kader itu, katanya, tetap mengikuti survei elektabilitas. Jika mereka memiliki peluang besar sesuai hasil survei, bisa diusung bersama menjadi pasangan calon bupati dan wakil bupati. Strategi lainnya mengusung kader NasDem bersama non-NasDem jika hasil survei memperlihatkan tingkat elektabilitas kader jauh di bawah nonkader.

 

Program 1 miliar

Bakal calon Wali Kota Palu periode 2020-2024 yang diusung Partai NasDem, Aristan, melalui gagasan Dari Pinggiran Bangun Palu memperkenalkan sejumlah program. Salah satunya ialah program Rp1 miliar per kelurahan setiap tahun anggaran.

Menurut Aristan, gagasan Rp1 miliar untuk setiap kelurahan tidak lahir tanpa alasan, tetapi muncul dari diskusi bedah APBD Kota Palu dengan relawan dan ahli APBD. Mantan Direktur Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sulawesi Tengah itu mengatakan anggaran bisa dialokasikan ke hal-hal yang paling penting yang berhubungan dengan kebutuhan langsung warga.

"Program ini ialah usaha untuk memenuhi kebutuhan langsung warga, terutama warga pinggiran atau marginal yang tidak tersentuh oleh kegiatan pembangunan," kata Aristan.

Melalui program program tersebut, lanjutnya, warga setiap kelurahan dengan difasilitasi pemerintah kecamatan dan kelurahan diberi kewenangan untuk merumuskan serta mengelola pembangunan di wilaya masing-masing. Dengan demikian, ujar Aristan, pembangunan di tingkat kelurahan dapat sesuai dengan kebutuhan mereka. (TB/N-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More