Rabu 09 Oktober 2019, 20:43 WIB

Jadi Ketua KOI, Okto Targetkan RI Tuan Rumah Olimpiade 2032

Yakub Pryatama Wijayaatmaja | Olahraga
Jadi Ketua KOI, Okto Targetkan RI Tuan Rumah Olimpiade 2032

Antara/Hafidz Mubarak A
Ketua KOI 2019-2023 Raja Sapta Oktohari berbincang dengan Ketua KOI 2015-2019 Erick Thohir

RAJA Sapta Oktohari, secara resmi terpilih menjadi ketua umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) periode 2019-2023, setelah menggelar kongres istimewa KOI di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, pada Rabu (9/10).

Tugas berat bakal menanti Okto. Pasalnya, ia akan meneruskan tongkat estafet dari kepengurusan sebelumnya guna meloloskan Indonesia menjadi tuan rumah Olimpiade 2032.

Kepengurusan KOI masih memiliki waktu yang cukup untuk mempersiapkan segala kebutuhannya dengan baik.

Apalagi, Presiden Komite Olimpiade Internasional (IOC) Thomas Bach telah mengumumkan jika bidding tuan rumah Olimpiade 2032 tidak akan dilaksanakan pada saat Olimpiade Tokyo 2020.

"Nanti pada saat Olimpiade Tokyo pada 2020, kita akan berjuang merebut emas dan hati para peserta Olimpiade untuk memercayakan Olimpiade 2032 di Indonesia," ucap Okto.

Baca juga : Raja Sapta Oktohari Resmi Jabat Ketua Umum KOI 2019-2023

Caranya, Okto ingin terlebih dahulu memaksimalkan komunikasi yang telah terjadi antara cabor. Okto percaya jika setiap cabor punya jaringan di dunia bahkan Asia.

"Saya juga dengan jaringan yang ada di Asian Cycling Confederation (ACC) itu bisa menambah kepercayaan negara untuk pilih Indonesia. Itu yang akan kami lakukan dan coba maksimalkan," ujar Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Sport Sepeda Indonesia (PB ISSI) itu.

Selain itu, Okto juga berencana untuk berkoordinasi dengan pengurus baru dan Komite Eksekutif lama untuk duduk bersama mengusahakan perbaikan UU Olahraga secara signifikan.

"Kita di olahraga itu punya keinginan untuk sukses setiap pelaksanan, administrasi, prestasi, dan kalau jadi tuan rumah sukses akan memberikan warisan kepada generasi selanjutnya," ucapnya.

"Cabor yang bersatu akan menghasilkan prestasi olahraga yang gemilang," tambahnya. (OL-7)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More