Kamis 10 Oktober 2019, 01:00 WIB

Joaquin Phoenix Diet Ekstrem Demi Joker

Fetry Wuryati | Hiburan
Joaquin Phoenix  Diet Ekstrem Demi Joker

AFP
Aktor Joaquin Phoenix

 

FILM Joker masih memuncaki penjualan tiket di bioskop. Film ini mengundang banyak diskusi dan pembicaraan mengenai gangguan jiwa yang dialami tokoh utamanya, Arthur Fleck atau Joker.

Namun, tak banyak yang menaruh perhatian mengenai tantangan Joaquin Phoenix, 44, untuk berperan sebagai joker: diet ekstrem. Dirinya harus menurunkan berat badan hingga 52 pon atau sekitar 23,6 kg.

Phoenix bukan satu-satunya aktor yang melakukan diet ekstrem untuk peran di film. Sebelumnya, Christian Bale melakukan hal serupa untuk bermain di film The Machinist (2004) yang menurunkan berat badan sebanyak 30 kg dalam satu bulan.

Meski dalam proses diet Phoenix dalam pengawasan dokter, tapi pembatasan kalori yang ketat memengaruhi pola makannya setelah ia mencapai berat yang dia inginkan.

"Begitu Anda mencapai target berat badan, semuanya berubah. Saya terbangun dengan kekhawatiran timbangan akan bergerak naik 0,3 pon dan Anda merasa mengalami gangguan. Itu hal yang gila," ujarnya kepada The Associated Press dikutip melalui E! Online, Rabu (9/10).

Perawakan kurus hasil diet Phoenix memang mendapat tepuk tangan selama delapan menit setelah pemutaran perdana di Venice Film Festival dan aktingnya mendapat banyak pujian dari kritikus film, tapi di baliknya terdapat perjuangan yang mengakibatkan gangguan psikologis.

Antisipasi

Dalam proses diet, Phoenix mengaku menjadi terobsesi terhadap berat bedan dan makanan. Ia juga menarik diri dari aktivitas sosial serta merasa lebih cepat lelah, yang dideskripsikan sebagai gangguan pola makan.

Suami aktris Rooney Mara itu mengaku ia telah mengantisipasi beberapa hal dengan penurunan berat badannya, seperti perasaan tidak puas, lapar, dan kerentanan tertentu.

"Tapi yang tidak saya antisipasi adalah perasaan fluiditas yang dirasakan secara fisik. Saya merasa seperti bisa menggerakkan tubuh dengan cara yang saya tidak bisa sebelumnya," ujar pria kelahiran Oktober 1974 ini.

Phoenix juga berbicara tentang proses awal penurunan berat badannya, ketika dia merasa tidak sanggup melakukan diet yang dia jalani. Kemudian, dia terus-menerus meyakinkan diri untuk bisa melampaui batasnya.

"Anda seperti melihat tangga dan butuh waktu 30 detik. Anda harus berbicara kepada diri sendiri dan berkata, 'Saya bisa melakukan ini, saya tahu saya bisa melakukan ini. Begitu Anda mencapai berat target, Anda mulai merasa bersemangat dan bersemangat," imbuh Phoenix yang mendapatkan penghargaan sebagai aktor terbaik dalam Cannes Film Festival Award 2018 untuk film thriller You Were Never Really Here.

Dia menambahkan tidak bersosialisasi dengan siapa pun atau menonton TV sebagai cara untuk menghindari iklan yang menampilkan iklan makanan.

"Saya sadar, diet semacam itu memengaruhi sisi psikologis kita dan Anda pasti akan mudah marah ketika kehilangan berat badan sebanyak itu dalam waktu yang singkat," aku Phoenix yang mengaku telah lama menjadi vegan dan aktif dalam organisasi penyayang binatang PETA. (H-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More