Rabu 09 Oktober 2019, 21:55 WIB

Ratusan Turis Ramaikan Nusa Penida Festival 2019

Arnoldus Dhae | Nusantara
Ratusan Turis Ramaikan Nusa Penida Festival 2019

ANTARA/FIKRI YUSUF
Warga menarikan Tari Rejang Renteng massal untuk mengiringi ritual Pekelem yang merupakan rangkaian acara Nusa Penida Festival 2019.

 


NUSA Penida Festival (NPF) 2019 yang diadakan di Pantai Banjar Nyuh, Desa Ped, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung pada 5-8 Oktober resmi ditutup pada Rabu (9/10).

Penutupan festival itu dimeriahkan oleh berbagai musisi dan dihadiri oleh Deputi Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemenko PMK) Sonny Harry B Harmadi dan Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta. Acara itu juga ditandai dengan pemukulan kentongan dan penyerahan dokumen potensi desa usulan Kawasan Perdesaan Prioritas Nasional (KPPN).

Baca juga: Suguhkan Keindahan Bawah Laut, Festival Nusa Penida Siap Digelar

Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta mengatakan dalam acara penutupan NPF 2019 terdapat beberapa rangkaian acara yang dimeriahkan oleh musisi Nasional.

“Di acara penutupan NPF kali ini, kami menghadirkan karnaval dan dimeriahkan oleh musisi Nasional seperti Johny Agung, Tipe X, DJ Denada," ujar Suwirta.

“Kami berusaha untuk terus memajukan kebudayaan dan kekayaan alam, makanya kami hadirkan karnaval yang diikuti oleh warga lokal untuk menunjukan kepada pengunjung bahwa Klungkung memiliki kekayaan alam dan budaya."

“Yang memmbut senang adalah ada ratusan wisatawan lokal maupun mancanegara menikmati acara ini, termasuk dalam acara penutupan. Ini membuktikan bahwa antusiasme sangat tinggi untuk acara NPF," papar Suwirta.

Dalam pidatonya I Nyoman Suwirta mengimbau seluruh masyarakat Klungkung khususnya Nusa Penida, meskipun pariwisata Nusa Penida telah berkembang pesat, kegiatan promosi harus tetap dilakukan serta tidak hanya mengandalkan laut namun juga mengembangkan kerajinan UKM

"Jangan mengantungkan hidup sepenuhnya pada pariwisata saja. Bidang lain seperti pertanian dan pertenakan hendaknya juga tetap dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan buruk yang terjadi. Karena jika suatu saat pariwisata alami goncangan maka ekonomi tidak ikut akan jatuh," jelas Suwirta.

“Ketika mata pencharian sudah mengandalkan pariwisata, maka kita juga perlu menjaga alam dan perilaku kita dengan baik dengan tidak membuang sampah sembarangan dan meminimalisir penggunaan plastik. Kita juga tidak perlu sombong ketika pariwisata Nusa Penida sudah maju agar kita tidak akan mengalami guncangan ekonomi," lanjut Suwirta.

Sementara itu, Deputi Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemenko PMK) Sonny Harry B Harmadi mengaku terpukau setelah menyaksikan keragaman atraksi budaya di nusa penida lewat karnaval budaya

“Saya sangat kagum ketika tadi melihat karnaval budaya, saya yakin jika seluruh elemen masyarakat memiliki tekad yang kuat untuk membangun Nusa Penida, maka Nusa Penida akan semakin maju dari segi infrastuktur dan perekonomian," ujar Sonny. (OL/A-3)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More