Rabu 09 Oktober 2019, 23:40 WIB

Pengembang Baterai Litium Raih Nobel Kimia

Pengembang Baterai Litium Raih Nobel Kimia

AFP
Ilmuwan asal Amerika Serikat, John Goodenough

 

TIGA peneliti memenangi penghargaan Nobel Kimia 2019 untuk pengembangan baterai litium-ion. Juri menilai penemuan baterai litium-ion telah memberi manfaat besar bagi kehidupan umat manusia dan telah merevolusi kehidupan manusia sejak memasuki pasar pertama kali pada 1991.

Akademi Ilmu Pengetahuan Kerajaan Swedia menganugerahi penghargaan kepada ilmuwan asal Amerika Serikat, John Goodenough, yang menjadi penerima penghargaan Nobel tertua karena usianya menginjak 97 tahun. Dua ilmuwan lainnya yang menerima penghargaan Nobel Kimia 2019 ialah ilmuwan asal Inggris Stanley Whittingham dan ilmuwan asal Jepang Akira Yoshino.

Ketiga ilmuwan tersebut akan berbagi hadiah sebesar 9 juta kronor Swedia atau sekitar Rp12,9 miliar.

"Baterai yang ringan, dapat diisi ulang, dan bertenaga ini sekarang digunakan dalam segala hal, dari ponsel hingga laptop dan kendaraan listrik, dan juga dapat menyimpan sejumlah besar energi tenaga surya dan angin yang memungkinkan masyarakat bebas bahan bakar fosil," ujar juri.

Mereka akan menerima hadiah dari Raja Swedia, Carl XVI Gustaf, pada upacara formal yang akan dilangsungkan di Stockholm pada 10 Desember, bertepatan dengan peringatan kematian ilmuwan Alfred Nobel pada 1896. Dalam surat wasiatnya, Nobel meminta diberikannya penghargaan bagi para tokoh yang berpengaruh.

Tahun lalu, penghargaan Nobel Kimia diberikan kepada ilmuwan asal Amerika Serikat Frances Arnold dan George Smith, serta ilmuwan Inggris Gregory Winter karena berhasil mengembangkan enzim yang digunakan untuk obat kimia dan antibodi yang lebih hijau dan aman dengan efek samping yang lebih sedikit.

Frances Arnold juga menjadi wanita kelima yang memperoleh penghargaan paling bergengsi di bidang kimia tersebut.

Ajang penghargaan Nobel tahun ini dimulai sejak Senin (7/10) dan dibuka dengan penyerahan Penghargaan Nobel Kedokteran kepada peneliti asal Amerika Serikat William Kaelin dan Gregg Semenza, serta peneliti asal Inggris Peter Ratcliffe.

Ketiganya berhasil menemukan bagaimana sel manusia dapat merasakan dan ber-adaptasi dengan perubahan kadar oksigen, yang membuka strategi baru memerangi penyakit kanker dan anemia.

Publik kini juga menunggu pengumuman pemenang Nobel Sastra 2019 yang bergengsi. (AFP/Uca/X-11)

 

Baca Juga

AFP/Martin BUREAU

Tunawisma yang Meninggal di Prancis Tetap Dikubur Secara Layak

👤Nur Aivanni 🕔Selasa 31 Maret 2020, 21:25 WIB
Badan persaudaraan amal dari Saint Eloi di Bethune tetap melakukan pemakaman secara layak pada tunawisma di tengah wabah covid-19 yang...
Antaranews

149 WNI di Fiji Bebas Covid-19

👤Antara 🕔Selasa 31 Maret 2020, 20:26 WIB
Di Fiji terdapat lima warganya terkena...
AFP/NARINDER NANU

Rawat Pasien Covid-19, Dokter di India Pakai Jas Hujan dan Helm

👤Nur Aivanni 🕔Selasa 31 Maret 2020, 19:02 WIB
Kurangnya alat pelindung diri (APD) di India memaksa beberapa dokter di sana untuk menggunakan jas hujan dan helm sepeda motor saat merawat...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya