Rabu 09 Oktober 2019, 20:02 WIB

Indeks Daya Saing Indonesia Melorot

adiyanto | Ekonomi
Indeks Daya Saing Indonesia Melorot

MI/PIUS ERLANGGA
Aktivitas bongkar muat di terminal peti kemas Tanjung Priok, Jakarta Utara. Indonesia melorot lima peringkat dalam Indeks Daya Saing Global.

 

INDEKS daya saing Indonesia melorot lima peringkat ke posisi 50 dalam Indeks Daya Saing Global yang dilansir World Economic Forum (WEF), Rabu (9/10). Sementara Singapura mampu menggeser Amerika Serikat di posisi teratas dari 141 negara.

Menurut laporan itu, selama satu dekade sejak krisis finansial global, pertumbuhan perekonomian dunia memang belum beranjak banyak atau boleh dibilang datar. Skor daya saing Indonesia sendiri turun 0,3 poin menjadi 64,6. Secara umum, kinerja daya saing Indonesia tidak berubah alias stagnan.

Kekuatan utama Indonesia masih terletak pada ukuran pasar yang sangat besar (82,4) dan stabilitas makro ekonomi (90). Selain itu, skor iklim usaha dan stabilitas sistem finansial masing-masing meningkat signifikan dalam satu tahun terakhir menjadi 69,6 dan 64.

Laporan itu juga mencatat Indonesia mengalami peningkatan untuk skor adopsi teknologi tinggi menjadi 55,4 meski masih tergolong rendah. Kapasitas inovasi juga terbatas (37,7) walaupun perlahan mulai meningkat.

Seperti dikutip dari laman resminya, dalam laporan WEF itu disebutkan, hanya negara yang menggunakan pendekatan holistik yang mampu menjawab tantangan sosial ekonomi sehingga dapat melesat dalam persaingan. Salah satu contohnya adalah Vietnam. Meski indeks daya saing negara soasialis ini masih di bawah Indonesia, lompatan Vietnam terbilang drastis. Jika tahun lalu mereka hanya menempati urutan ke-77, kini negeri Paman Ho itu berada di urutan ke-67.

Hampir semua kriteria yang dinilai milik Vietnam yang melonjak, seperti infrastruktur, stabilitas makroekonomi, maupun adaptasi teknologi. Untuk yang terakhir ini, skornya bahkan jauh di atas Indonesia, yakni 69.

Untuk diketahui, World Economic Forum adalah sebuah yayasan organisasi nonprofit yang didirikan di Jenewa dan terkenal dengan pertemuan tahunannya di Davos, Swiss. Event itu kerap mempertemukan para pemimpin bisnis maupun pemimpin politik seluruh dunia, cendekiawan dan wartawan terpilih untuk mendiskusikan masalah penting yang dihadapi dunia termasuk kesehatan dan lingkungan. Organisasi ini didirikan pada 1971 oleh Klaus M. Schwab, seorang profesor bisinis di Swiss. Selain pertemuan, Forum ini menghasilkan beberapa seri laporan penelitian dan melibatkan anggotanya untuk melakukan inisiatif di sektor-sektor tertentu. (A-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More