Rabu 09 Oktober 2019, 17:50 WIB

JPO Ikonik Ahmad Yani Belum Ramah Disabilitas

Gana Buana | Megapolitan
JPO Ikonik Ahmad Yani Belum Ramah Disabilitas

Antara/Risky Andriaynto
Pembangunan JPO AHmad Yani di Bekasi

 

PEMERINTAH tengah membangun Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) baru di Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Bekasi Selatan Kota Bekasi. Namun, sayangnya fasilitas inklusif belum ditambahkan di jembatan yang akan jadi ikon di wilayah tersebut.

Pengaman Sosial Institute Bisnis Muhammadiyah (IBM) Bekasi Hamludin menyampaikan, fasilitas ramah difabel pada fasilitas publik sudah jadi perhatian dunia internasional. Bahkan, pembangunan akan mengurangi gross domestic bruto (GDP) sebesar 7% ketika mengekslusifkan difabel.

“Harusnya Pemerintah Kota Bekasi melakukan langkah-langkah strategis yang menunjang kebutuhan kaum disabilitas,” jelas Hamludin, Rabu (9/10).

Hamludin mengatakan, saat ini kaum disabilitas harusnya dijadikan aktor dalam pembangunan, bukan lagi jadi sasaran. Pola pembangunan parsitipatif harus dilakukan tindakan nyata bukan sekedar slogan ‘menuju kota ramah disabilitas’.

“Perlu adanya koneksi antara regulasi yang sudah ada dengan semua dinas untuk memastikan hak-hak difabel terpenuhi di jalan raya, JPO, pedestrian, sarana olahraga dan lainnya,” kata Hamludin.

Baca juga : Pemprov DKI Kebut Pembangunan Fasilitas Pejalan Kaki dan JPO

Untuk itu, lanjut dia, memastikan hak tersebut terpenuhi seharusnya sudah ada dalam Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan jangka panjang.

“Pemerintah pun harus merangkul seluruh stakeholder untuk memenuhi hak-hak mereka,” imbuh dia.

Terpisah, Kepala Dinas Bina Marga dan Simber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi Arief Maulana menambahkan, pemerintah memang sudah berniat menambah fasilitas buat para penyandang disabilitas ke depannya. Sebab, lahan yang diperlukan untuk menyediakan fasilitas tersebut juga tidak sedikit.

“Untuk JPO di Jalan Ahmad Yani memang belum ramah disabilitas, karena memerlukan lahan yang sangat luas, ke depannya akan ditambah dan disesuaikan dengan kebutuhan difabel,” ungkap Arief.

Arief menjelaskan, pembangunan JPO tersebut merupakan upaya pemerintah menata wajah Kota Bekasi. Desain utama JPO tersebut memang mirip dengan JPO GBK Jakarta. Terutama ornamen yang melingkari badan jembatan dan pemasangan lampu hias yang menyala di malam hari.

“Mungkin tidak banyak jauh berbeda. Ornamen bagian bawah mungkin berbeda, kan kita mengadposi budaya betawi, terus mungkin kondisi lampu juga berbeda ornamennya. Tapi memang sebagian dari sana (inspirasi),” jelas dia.

Rencanannya, JPO tersebut selesai dibangun pada akhir tahun. Pemerintah sengaja membangun JPO di dekat kantor Pemerintahan Kota Bekasi dan Stadion Patriot adalah untuk menunjang fasilitas pejalan kaki yang beraktifitas di sekitar wilayah tersebut.

“Mudah-mudahan sebelum akhir tahun sudah selesai. Prose pengerjaan diperkirakan dua bulan,” tandas dia. (OL-7)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More