Rabu 09 Oktober 2019, 15:50 WIB

Lebih Dari 2000 Karya Bersaing untuk AMI Awards 2019

Abdillah Marzuqi | Weekend
Lebih Dari 2000 Karya Bersaing untuk AMI Awards 2019

MI/ Abdillah Marzuqi
Konfrensi pers penyelenggaraan AMI Awards 2019 di Jakarta, Selasa (8/10).

HELATAN Anugerah Musik Indonesia (AMI) Awards ke-22 kembali digelar. AMI Awards adalah ajang penghargaan tertinggi bagi industri musik Indonesia yang diberikan oleh Yayasan Anugerah Musik Indonesia (YAMI).
 
Kali ini AMI Awards yang puncaknya bakal digelar 28 November 2019, mengangkat tema Musik Bahasa Dunia. Tema itu dipilih atas pertimbangan kesesuaian dan kesinambungan helatan AMI Awards sebelumnya. "Ini adalah kesinambungan dari tema-tema sebelumnya," terang Ketua Umum Yayasan Anugerah Musik Indonesia (YAMI) Dwiki Dharmawan saat temu pewarta di Sarinah Jakarta (8/10).

Menurut Dwiki, karya-karya musisi Indonesia semakin meningkat secara kualitas. Musik mereka bisa bersaing dengan karya musisi luar negeri.

Saat ini, musik Indonesia juga dinikmati oleh penggemar musik di mancanegara. Musisi muda tanah air mampu memanfaatkan kesempatan yang muncul dari perkembangan digital. Sehingga dalam layanan musik streaming, karya musik dari Indonesia bisa dalam satu playlist dengan karya musisi mancanegara.

"Ini sangat membanggakan," terus Dwiki. Dwiki juga mengapresiasi keberanian para musisi  untuk mengusung bahasa daerah dalam karya mereka. Menurutnya, fenomena itu menjadi bukti bahwa musik sebagai bahasa dunia.

YAMI juga melakukan banyak penyesuaian dalam penyelenggaraan AMI Awards. Sejak 2017, YAMI memperkenalkan pendaftaran karya secara daring. Tahun ini tercatat, lebih dari 2.000 karya yang masuk pada Juli 2018 – Juni 2019. Namun setelah proses pengkurasian, hanya 1973 karya yang dinilai layak.

"Jadi AMI Awards itu sudah menerapkan online system. Teman-teman bisa lebih mudah. Apabila belum (daring) menggenai submission untuk peserta, mereka menggirimkan lewat email," terang Ketua Bidang Kategorisasi YAMI Syaharani.

Tahapan selanjutnya adalah sidang kategorisasi. Proses itu memilah semua lagu sesuai genre, sekaligus menentukan kategorisasi. Para pakar dari berbagai bidang dan genre untuk memberikan penilaian. Hasil kategorisasi kemudian diedarkan kepada seluruh anggota AMI untuk menentukan nominee lewat voting secara daring. Keseluruhan nomine AMI Awards akan menerima anugerah pada dari kategori AMI Awards 2019.

Sebagai catatan, AMI Awards 2016 membawa tema Music Is My Identity. Tema itu dimaksudkan untuk membawa pesan musik sebagai identitas bangsa. Tema itu dilanjut pada AMI Awards 2017, dengan tema Musik Tanpa Batas. Tema itu dimaksudkan sebagai gambaran musik di era digital. Kata tanpa batas juga merujuk pada perubahan perilaku dari penikmat musik yang bisa mendengarkan musik secara fleksibel, tanpa batasan waktu, tempat, maupun media.

Tema AMI Awards 2018 mengetengahkan penihilan batas antara musik arus utama (main stream) dan musik lain (side stream). Hal itu dinyatakan dalam tema Satu Musik Indonesia. Bertaut dengan tema sebelumnya tentang digitalisasi, semua musik bisa mendapat kesempatan yang sama dalam era digital. (M-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More