Rabu 09 Oktober 2019, 14:53 WIB

Anak-Anak Perantau Wamena Kembali Bersekolah

Yose Hendra | Nusantara
Anak-Anak Perantau Wamena Kembali Bersekolah

MI/Dwi Apriani
Ilustrasi

 

PEMERINTAH Kabupaten Pesisir Selatan mempercepat layanan pendidikan bagi anak-anak perantau asal daerah setempat yang menjadi korban kerusuhan di Wamena, Papua.

"Dari catatan kami sekitar 291 perantau asal Pesisir Selatan telah sampai di kampung halaman. Khusus bagi anak-anak, kami berupaya agar bisa secepatnya mengakses bangku sekolah," kata Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pesisir Selatan, Muskamal, Rabu (9/10).

Ia menambahkan mulai hari ini, anak-anak para perantau sudah bisa datang ke sekolah terdekat, baik ke SD sederajat, SMP sederajat dan SMA sederajat untuk memulai proses belajar mengajar.

"Yang penting anak-anak sekolah dan belajar dulu, mengenai rapor dan dokumen lainnya bisa menyusul," sebutnya.

Bagi anak-anak yang tidak memiliki seragam sekolah dan perlengkapan sekolah lainnya, pihaknya juga berupaya memenuhinya secara bertahap.

"Bagi anak-anak yang tidak memiliki seragam dan perlengkapan sekolah untuk sementara juga bisa memulai proses belajarnya. Dalam hal ini kami tolerir," kata Muskamal.

Begitu juga bagi para perantau yang dokumen kependudukannya hilang pada insiden tersebut, pihaknya juga siap untuk membuatnya kembali.

"Untuk memudahkan prosesnya bisa dengan menyerahkan foto kopi  KTP atau KK, kalaupun tidak ada cukup beritahu nama lengkap dan alamat selama di Wamena dan kami akan memprosesnya," katanya lagi.

Selain itu pihaknya juga siap membantu jika diantara perantau ada yang membutuhkan layanan kesehatan namun kartu BPJS Kesehatan miliknya rusak.

"Yang penting berobat dulu, pemindahan layanan faskes kesehatan akan kami bantu pengurusannya," ujarnya.

baca juga: Penyaluran Jadup Korban Bencana Ditarget Tuntas Akhir Oktober

Sementara bagi para perantau yang tidak memiliki kartu BPJS Kesehatan namun membutuhkan layanan kesehatan tetap harus beroba. Biayanya  akan dibantu oleh rumah sakit daerah dan Baznas setempat. Ia mengungkapkan langkah-langkah tersebut ditempuh berdasarkan hasil rapat koordinasi antara pihaknya dan instansi terkait pada Selasa siang (8/10). (OL-3)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More