Rabu 09 Oktober 2019, 14:00 WIB

Aktor India Gugat Marvel Gara-Gara Nama

Azhar Bagas Ramadhan | Hiburan
Aktor India Gugat Marvel Gara-Gara Nama

Dok Marvel
Karakter Ms Marvel yang memiliki nama asli Kamala Khan

 

MARVEL Studios baru aja mengumumkan proyek film terbaru mereka yaitu Ms Marvel yang menceritakan kisah karakter superhero perempuan bernama Kamala Khan.

Khan digambarkan sebagai perempuan berdarah Pakistan-Amerika yang lahir di Kota Jersey. Karakter baru ini membuat para penggemar Marvel menganggap hal yang beragam dalam menciptakan revolusi karakter-karakter superhero.

Namun, kabar positif tersebut sedikit menuai polemik. Hal itu karena salah satu aktor yang juga produser asal India bernama Kamaal R Khan tidak terima dengan nama karakter yang dianggap mirip dengan namanya.

Dirinya mengancam memejahijaukan pihak Marvel karena telah menggunakan namanya untuk karakter Ms Marvel tanpa izin.

Baca juga: Kiprah Black Widow di MCU belum Berakhir?

"Harap catat @Marvel, Anda tidak dapat menggunakan nama saya #kamalakhan tanpa izin saya. Anda tidak bisa hanya menambahkan A dan pergi. Anda harus mengambil izin dari saya atau saya akan pergi ke pengadilan melawan Anda," tulisnya di akun Twitter @kamaalrkhan, 5 Oktober 2019 lalu.

Walaupun kedua nama itu tampak beda, Kamaal R Khan tetap mengklaim Marvel meniru namanya untuk dijadikan karakter dengan hanya menambahkan huruf "A" untuk membedakannya.

Tentu hal itu mengundang banyak reaksi dari warganet termasuk para penggemar marvel.

"Namaku Matt, mungkin aku juga bisa menuntut Marvel Comics untuk 'Daredevil'. Mungkin orang lain yang namanya Jessica Jones harus menuntut Marvel juga untuk serial 'Jessica Jones'," balas salah satu warganet dengan akun Twitter @Mjbjenkins.

Karakter Ms Marvel pertama diperkenalkan melalui trailer barunya di Avengers Game yang dirilis pada 4 Oktober. Karakter ini dibuat oleh Sana Amanat, Stephen Wacker, G Willow Wilson, Adrian Alphona dan Jamie McKelvie. (Medcom/OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More