Rabu 09 Oktober 2019, 11:49 WIB

Bupati Flotim Meminta Pola Manajemen Koperasi Diperbaiki

Ferdinandus Rabu | Nusantara
Bupati Flotim Meminta Pola Manajemen Koperasi Diperbaiki

Antara
Ilustrasi

 

DARI 181 koperasi yang beroperasi di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, lebih dari 90 koperasi belum memiliki nomor induk koperasi. Selain itu banyak koperasi yang mati suri karena kegagalan manajemen. Bupati Flores Timur, Antonius Gege Hadjon saat dikonfirmasi Rabu (9/10) meminta para pengurus koperasi memperbaiki pola manajemen koperas.

"Pemerintah daerah terus mendorong koperasi-koperasi yang ada untuk tetap hidup dan terus maju. Asalkan setiap koperasi mampu menjalankan manajemen pengelolaan koperasi secara profesioanl dan tidak setengah-setengah. Bagi koperasi yang saat ini belum memiliki nomor induk koperasi, saya sudah meminta kepada dinas koperasi untuk memberikan bimbingan dan pendampingan untuk mencari jalan keluar agar koperasi-koperasi itu dapat melngkapi semua dokumen. Termasuk memiliki visi misi yang jelas agar bisa segera mendapatkan nomor induk koperasi," kata Anton Hadjon.

Menurut Anton, banyaknya koperasi di daerah ini menjadi bukti kehidupan berkoperasi di daerah ini cukup berkembang. Namun sistem pengelolaan koperasi untuk terus bergerak maju dan berkembang masih menjadi kendala saat ini.

baca juga: Tersangka Karhutla, Polda Riau Tahan Manajer PT SSS

"Sejumlah kendala masih dihadapi untuk memastikan gerak maju koperasi di daeerah ini. Minimnya SDM dan rendahnya pola manajemen pemberdayaan koperasi, membuat banyak koperasi di daerah ini masih tetap di tempat bahkan terkesan mundur. Maka pemkab melalui dinas koperasi akan terus memberikan motivasi bagi setiap koperasi agar tetap bisa hidup dan dikelola dengan baik," tambahnya. (OL-3)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More