Rabu 09 Oktober 2019, 12:45 WIB

Panda yang Mati di Kebun Binatang Chiang Mai karena Gagal Jantung

Antara | Internasional
Panda yang Mati di Kebun Binatang Chiang Mai karena Gagal Jantung

AFP/Pornchai KITTIWONGSAKUL
Chuang Chuang

 

KEBUN Binatang Chiang Mai, Thailand akhirnya memecahkan kasus kematian mendadak seekor panda raksasa jantan pinjaman dari Tiongkok setelah hasil otopsi menunjukkan bahwa panda bernama Chuang Chuang itu menderita gagal jantung.    

"Penyebab kematiannya adalah gagal jantung akibat kekurangan oksigen pada organ internalnya," kata kebun binatang melalui pernyataan tertulis, Selasa (8/10), terkait kematian panda itu pada September.    

Usai kematian panda berumur 19 tahun yang dipinjamkan Tiongkok bersama pasangannya yang bernama Lin Hui sejak 2003 itu, jutaan pengguna media sosial di Tiongkok mendesak untuk diberi informasi mengenai penyebab kematiannya.    

Pasangan panda Chuang Chuang dan Lin Hui menjadi selebritas di Thailand dengan sorotan media pada kehidupan percintaan keduanya, termasuk ketika perayaan pesta pernikahan mereka pada 2005.    

Baca juga: Tiongkok Tuding AS Ikut Campur Urusan Dalam Negeri

Karena itulah, kematian Chuang Chuang yang relatif dini memicu duka cita penggemarnya di Thailand serta protes dari masyarakat Tiongkok dengan munculnya tanda pagar di media sosial yang cenderung menyalahkan Thailand atas hal itu.    

Panda bisa hidup selama 14 hingga 20 tahun di alam bebas namun kisaran umurnya bisa mencapai 30 tahun jika dalam perawatan di kandang.    

Kebun Binatang Chiang Mai menyebut spekulasi yang berkembang tentang kematian Chuang Chuang yang diketahui mengalami obesitas itu seperti akibat pemberian makan yang ceroboh, pengabaian, ataupun penyerangan telah terbukti tidak berdasar.    

"Otopsi dan analisa oleh ahli gabungan dari Thailand dan Tiongkok menunjukkan bahwa kesehatan nutrisi panda raksasa Chuang Chuang baik, tidak ditemukan adanya luka eksternal maupun benda asing di trakea," lanjut mereka.    

Kebun binatang juga mengonfirmasi bahwa Thailand bagaimanapun akan membayar sejumlah uang kompensasi kepada pemerintah Tiongkok sebagaimana tercantum dalam perjanjian peminjaman.    

Sementara itu, Lin Hui, si panda betina, saat ini masih dirawat di kebun binatang yang sama.    

Walaupun begitu, setelah beredar video Lin Hui yang tampak sendiri di kandangnya, pemerintah Tiongkok mengaku sudah ada pembicaraan tentang pengembalian panda itu ke Tiongkok agar tidak mengalami kesepian.    

Sebelumnya, anak-anak dari Chuang Chuang dan Lin Hui telah terlebih dahulu dibawa ke Tiongkok tidak lama setelah dilahirkan pada 2009.    

Belum ada keputusan yang diambil untuk masa depan Lin Hui, namun pihak kebun binatang menyatakan, "Untuk sementara waktu ini, Thailand akan melanjutkan perawatan terbaik bagi panda Lin Hui." (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More