Rabu 09 Oktober 2019, 11:15 WIB

Setelah Joker, DC Berencana Filmkan Lex Luthor

Dhaifurrakhman Abas | Hiburan
Setelah Joker, DC Berencana Filmkan Lex Luthor

AFP/Angela Weiss
Jesse Eisenberg, pemeran Lex Luthor dalam film Batman v Superman: Dawn of Justice (2016) dan Justice League (2017).

 

DC Comics tampaknya akan segera mengangkat karakter penjahat Lex Luthor ke layar lebar. Hal itu menyusul kesuksesan film Joker yang masuk blockbuster.

Hal itu ditulis salah satu pengamat dan jurnalis film, Mikey Sutton, lewat laman Facebook miliknya bertajuk Geekosity: All Things Pop Culture.

Dia bilang, Warner Bros mempertimbangkan membuat film tentang Lex Luthor yang menjadi presiden Amerika Serikat yang berakal bulus.

Lex Luthor selama ini dikenal sebagai musuh Superman.

“No Man of Steel adalah fiksi murni di alam semesta alternatif ini," tulis Sutton mengutip NME.

Baca juga: Jennifer Lopez Digugat Agensi Paparazi

Menurut Sutton, Luthor berpotensi menjadi warganegara yang hidup di era modern. Film itu menggambarkan kisah hidup Lex Luthor yang tumbuh dari anak intelektual canggung menjadi pengusaha kaya raya yang korup, dan melenggang menjadi presiden Amerika Serikat.

"Mungkin akan ada pememutarbalikkan mitos. Seperti menjadikan Lois Lane sebagai Ibu Negara. Atau mungkin juga reporter yang menjatuhkan karier Luthor," sambung Sutton.

Hanya saja, Sutton belum mengungkapkan siapa aktor yang bakal memerankan karakter Lex Luthor.

Sebelumnya, karakter itu diperankan Kevin Spacey di Superman Returns (2006), serta Jesse Eisenberg di Batman v Superman: Dawn of Justice (2016) dan Justice League (2017).

Sutton kembali menegaskan, film itu amat sangat mungkin digarap Warner Bross. Mengingat perusahaan film itu tertarik dengan cerita berperingkat R (terbatas), seperti laiknya film Joker yang memecahkan rekor selama akhir pekan dengan pendapatan sebesar 93,5 juta pound sterling. (Medcom/OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More