Rabu 09 Oktober 2019, 06:50 WIB

RI-Singapura Perkuat Kerja Sama Keuangan

Akmal Fauzi | Internasional
RI-Singapura Perkuat Kerja Sama Keuangan

ANTARA FOTO/REUTERS/Feline Lim
Presiden Joko Widodo dengan didampingi Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong melakukan inspeksi pasukan saat upacara penyambutan di Ista

 

INDONESIA dan Singapura kembali berkomitmen untuk memperkuat kerja sama, antara lain dengan memperpanjang kerja sama keuangan di antara bank sentral kedua negara melalui pengelolaan likuiditas valas secara bilateral.

Kerja sama itu mencerminkan komitmen yang kuat dari kedua pemimpin untuk meningkatkan stabilitas dan pengembangan ekonomi di kawasan. Perpanjangan kerja sama tersebut akan dilakukan pada November 2019.

Kesepakatan itu dicapai dalam pertemuan Presiden Joko Widodo dengan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong di Singapura, kemarin. Presiden Jokowi juga menyatakan Indonesia menyambut baik kesepakatan mengenai Framework for Negotiation of FIR Realignment yang sudah ditandatangani pada 12 September 2019.

Terkait dengan hal itu, tim teknis kedua negara telah memulai pertemuan pada 7 Oktober dan diharapkan dapat segera membuahkan hasil konkret.

"Kami menyambut baik tindak lanjut kesepakatan Leaders' Retreat tahun lalu, antara lain bertambahnya tenants di Kendal Industrial Park, berkembangnya Nongsa Digital Park, dan dukungan Singapore Economic Development Board bagi pembukaan operasi perusahaan Pegatron di Batam," kata Presiden Jokowi dalam keterangan resmi Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden, kemarin.

Sumber: Tim MI

 

Perihal infrastruktur, Presiden juga menawarkan kepada Singapura mengenai berbagai peluang kerja sama pendanaan sejumlah proyek infrastruktur di Indonesia.

"Indonesia menawarkan berbagai peluang kerja sama pendanaan proyek-proyek infrastruktur, di antaranya proyek kereta api Makassar-Parepare dan lapangan udara di Labuan Bajo," ucapnya.

Selain itu, kedua negara bersepakat untuk memperkuat kerja sama di bidang pendidikan vokasional. Bentuk kerja sama tersebut antara lain operasionalisasi Politeknik Kendal dan kegiatan pelatihan bagi para instruktur serta inisiatif Rising (Republic of Indonesia and Singapore) Fellowship.

Di samping itu, keduanya sepakat untuk mendorong penyelesaian proses ratifikasi perjanjian investasi bilateral serta peningkatan kerja sama di bidang perdagangan elektronik, teknologi finansial, dan layanan data, serta pengembangan techno park dan regional innovation hub. (Mal/X-11)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More