Rabu 09 Oktober 2019, 06:11 WIB

TETO Selenggarakan Perayaan Hari Nasional Taiwan ke-108

Haufan Hasyim Salengke | Internasional
TETO Selenggarakan Perayaan Hari Nasional Taiwan ke-108

MI/MOHAMAD IRFAN
Ketua Taipei Economic and Trade Office (TETO) Jhon Chen (ketiga dari kanan) bersama undangan merayakan Hari Nasional Taiwan ke-108.

 

KANTOR Perwakilan Taiwan di Indonesia, Taipei Economic and Trade Office (TETO), menyelenggarakan resepsi Hari Nasional Republik China (Taiwan) ke-108 di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin (8/10) malam.

Para undangan termasuk pejabat pemerintah Indonesia, anggota parlemen, para diplomat, komunitas Tionghoa, pengusaha Taiwan, cendekiawan, seniman, budayawan, dan sekitar 800 orang dari semua Iapisan masyarakat menghadiri acara tersebut.

Pada resepsi itu, Kepala TETO John Chen dalam pidatonya menyatakan kinerja keseluruhan negara Taiwan cukup menarik.

Dalam hal ekonomi, menurut World Competitiveness Report 2018 dari Swiss World Economic Forum (WEF), Taiwan berada di peringkat ke-13 di dunia dan ke-4 di kawasan Asia-Pasifik.

Taiwan memiliki peringkat sebagai salah satu dari empat teratas inovator super bersama Jerman, Amerika Serikat, dan Swiss.

Baca juga: Taiwan Serius Jalankan New Southbound Policy

Kestabilan ekonomi secara keseluruhan menempati urutan pertama di dunia dan sistem keuangan menduduki peringkat ke-7 di dunia.

Lingkungan investasi Taiwan terus membaik, dan menarik Iebih banyak investasi asing. Misalnya, raksasa server global Supermicro telah menginvestasikan total NT$10 miliar di Taiwan dan Google mengumumkan mereka akan memperluas investasi dan operasi di Taiwan.

"Di sisi Iain, tahun ini, kami membawa dana investasi terbesar dalam sejarah dari pengusaha Taiwan yang dulunya investasi di Tiongkok dan sekarang pulang kembali ke Taiwan untuk berinvestasi. Dari awal tahun sampai September ini, jumlah investasi telah mencapai NT$580 miliar, menciptakan Iebih dari 28.500 lapangan pekerjaan," jelas Chen.

Menurutnya, dengan semangat yang berorientasi pada humanisme dari "Kebijakan Baru ke Arah Selatan" Taiwan, interaksi dan pertukaran masyarakat antara Taiwan dan Indonesia menjadi Iebih dekat.

Saat ini, ada sekitar 300 ribu orang Indonesia yang bekerja, belajar, dan tinggal di Taiwan. Di antaranya ada sekitar 260.000 pekerja migran Indonesia.

Gaji, asuransi kesehatan, dan kesejahteraan Taiwan untuk pekerja migran Indonesia adalah yang terbaik di antara pekerja migran asing lainnya.

Selain itu, juga ada sekitar 12.000 pelajar Indonesia yang belajar di Taiwan. Lewat program produksi dan pembelajaran yang dipromosikan kedua negara, lulusan perguruan tinggi multiteknologi Indonesia yang datang ke universitas sains dan teknologi Taiwan untuk belajar selama dua tahun, bisa magang di perusahaan-perusahaan berkualitas tinggi di Taiwan selama satu tahun.

Pemerintah Taiwan dan berbagai universitas menawarkan berbagai beasiswa bagi siswa Indonesia, serta berbagai program pelatihan profesionaI yang dijalankan pemerintah Taiwan dan pihak swasta.

"Kesemuanya ini bertepatan dengan slogan meningkatkan sumber daya manusia yang digalakkan Presiden Jokowi," terang Chen.

Di bidang lain, saat gempa bumi dan tsunami di Pulau Lombok, Kota Palu, dan provinsi Iain, sumbangan dana pemerintah dan swasta Taiwan secara keseluruhan telah melebihi US$2,86 juta.

Sebagian dana digunakan untuk membangun kembali sekolah-sekolah, pusat kegiatan Islam, donasi tangguI, mobil ambulans, pakaian, dan makanan.

Kerja sama di bidang pertanian, pencegahan dan pengendalian demam berdarah, pemetaan tanah, perawatan medis, proses pembuangan sampah, dan daur ulang adalah bidang kerja sama yang substantial antara kedua negara.

"Dengan Kebijakan Baru ke Arah Selatan yang terus dipromosikan ini, kami yakin kerja sama win-win solusi yang erat antara Taiwan dan Indonesia akan terus meningkat," kata Chen.

Selain itu, pada perayaan tahun ini juga ditayangkan film Hari Nasional "Berani dan Percaya Diri, Berlayar dengan Dunia" yang diproduksi Kementerian Luar Negeri Taiwan.

Film itu memungkinkan para tamu undangan belajar tentang sains dan teknologi dan perkembangan ekonomi Taiwan. Hadirin juga bisa melihat keindahan pemandangan alam Taiwan dan mengenal beragam budaya 'Negeri Formosa'.

Hari Nasional Republik China (Taiwan), juga disebut sebagai Double Tenth Day, adalah hari memperingati dimulainya Pemberontakan Wuchang pada 10 Oktober 1911 (10-10 atau double ten), yang menyebabkan berakhirnya Dinasti Qing di Tiongkok dan pendirian Republik China (Taiwan) pada 1 Januari 1912. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More