Rabu 09 Oktober 2019, 06:40 WIB

Badan POM Tarik Obat Ranitidin

(Sru/H-3), | Humaniora
Badan POM Tarik Obat Ranitidin

ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/hp.
Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny K. Lukito

 

BADAN Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) memerintahkan industri farmasi pemegang izin edar produk yang mengandung bahan aktif ranitidin, melakukan kajian adanya cemaran Nitrosodimethylamine (NDMA). Kepala BPOM Penny K Lukito menjelaskan hasil pengujian beberapa produk farmasi menunjukkan cemaran NDMA sehingga BPOM melakukan perintah recall atau voluntary recall.

"Penarikan obat pada fasilitas pelayanan kefarmasian dan fasilitas pelayanan kesehatan dalam waktu paling lama 80 hari kerja sejak tanggal surat penarikan," jelas Penny.

Ranitidin adalah obat golongan Histamine-2 (H2) blockers yang bekerja dengan menghambat reseptor histamin di lambung dan mengurangi produksi asam lambung. Ranitidin digunakan untuk pengobatan dan pencegahan kondisi seperti gastritis dan ulkus peptikum. Penelitian Food and Drug Administration (FDA) menunjukkan paparan NDMA sejumlah batas maksimum yang telah ditetapkan oleh FDA diperkirakan dapat menimbulkan risiko kanker setelah 70 tahun pemakaian.

"Masyarakat yang ingin mengetahui lebih lanjut tentang terapi pengobatan yang sedang dijalani menggunakan Ranitidin agar menghubungi dokter atau apoteker," ujar Penny. (Sru/H-3),

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More