Rabu 09 Oktober 2019, 04:45 WIB

Gerakan Berkebaya Dorong Perekonomian

(Aiw/H-3) | Humaniora
Gerakan Berkebaya Dorong Perekonomian

ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto
Tokoh Perempuan Yenny Wahid (kedua kiri)

 

BERKEBAYA tidak hanya menghidupkan budaya, namun juga memberikan manfaat pada sektor ekonomi karena mendorong pergerakan sentra kerajinan, termasuk munculnya para pengrajin kebaya. Demikian disampaikan aktivis perempuan Yenny Wahid di acara Rumpi Kebaya yang merupakan bagian dari Pekan Kebudayaan Nasional.

"Ketika kita memakai kebaya, berarti kita menghidupkan budaya. Sehingga ini menjadi budaya yang hidup, bukan hanya budaya yang kita lihat di museum," ujar Yenny di Jakarta, kemarin.

Direktur Evaluasi, Akuntansi, dan Setelmen Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu Endah Martining-rum mengatakan, pihaknya mewajibkan karyawan perempuan di Kemenkeu untuk mengenakan kebaya satu kali dalam sebulan setiap hari Selasa minggu pertama.

Dirjen Kebudayaan Kemendikbud Hilmar Farid mengungkapkan, berkembangnya kebiasaan berkebaya di masyarakat, mampu memberikan dampak ekonomi pada perajin-perajin pakaian. "Tiba-tiba kerajinan tekstil kita jadi hidup kembali, mungkin yang selama ini agak redup, dengan gerakan berkebaya ini jadi terangkat lagi. Tentu kontribusinya sangat positif bagi Indonesia," tandasnya. (Aiw/H-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More