Selasa 08 Oktober 2019, 19:53 WIB

Okto Jadi Calon Tunggal Ketum KOI, Erick Sumringah

Despian Nurhidayat | Olahraga
Okto Jadi Calon Tunggal Ketum KOI, Erick Sumringah

MI/Permana
Raja Sapta Oktohari

TIM Penjaringan calon ketua umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) memastikan hanya ada calon tunggal dalam pemilihan ketua umum dan anggota Komite Eksekutif KOI pada kongres yang akan digelar, Rabu (9/10) nanti.

Satu-satunya pendaftar calon ketua umum adalah Raja Sapta Oktohari. Melihat hal itu, Ketua Umum KOI saat ini, Erick Thohir menyebut Okto sebagai sosok yang tepat untuk memimpin KOI

Rekan jejak pria yang kini menjabat ketua umum Pengurus Besar Ikatan Sport Sepeda Indonesia (PB ISSI) itu dinilai Erick sudah cukup mumpuni untuk memimpin KOi hingga 2023 mendatang.

"Saya rasa, sekarang dengan Okto yang mencalonkan, dia merupakan tokoh yang paling baik pada saat ini. Melihat dari usia yang lebih muda, dia juga memiliki pengalaman yang mumpuni seperti di ajang multievent kemarin," ungkapnya saat ditemui di Wisma Kemenpora, Selasa (8/10).

Selain ketua umum PB ISSI, Okto memang menjabat sebagai Ketua INAPGOC (Indonesia Asian Paragames Organizing Committe) dan juga aktif dalam diplomasi olahraga internasional. Hal-hal tersebuf menjadi nilai tamba bagi Okto untuk dapat memimpin KOi

Baca juga : Ketua KOI Mendatang Diharapkan Memperkuat Olahraga Indonesia

"Lalu di dunia internasional, dia juga aktif di balap sepeda, dan untuk bidding Olimpiade 2032 memang dibutuhkan figur yang juga cakap, dekat dengan pemerintah dan dunia usaha," lanjut Erick.

Erick juga tak keberatan jika dia dirasa memiliki keberpihakan terhadap Okto. Dia menegaskan, asal demi kebaikan KOI, keberpihakan sah-sah saja.

Selain itu, dalam kepengurusan selanjutnya Erick berharap akan ada konsolidasi untuk merombak undang-undang Sistem Keolahragaan Nasional (SKN).

Hal ini dikarenakan saat ini terdapat tumpang tindih tugas dan wewenang di antara lembaga maupun organisasi olahraga lainnya dan diharapkan tidak terjadi lagi usai revisi UU SKN

"Ke depan (undang-undang SKN) harus dibongkar total agar jangan ada overlapping yang mengorbankan atletnya. Kita ini pengurus hanya memberikan jalan, yang berjuang kan atletnya," pungkasnya.. (OL-7)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More