Selasa 08 Oktober 2019, 17:30 WIB

Pemerintah Gandeng Pesantren untuk Pembangunan Berkelanjutan

Atalya Puspa | Ekonomi
Pemerintah Gandeng Pesantren untuk Pembangunan Berkelanjutan

MI/Adam Dwi
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro

 

SEBAGAI negara dengan penduduk muslim terbanyak, pemerintah Indonesia melibatkan pesantren secara aktif dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro optimistis pesantren bisa berperan aktif dalam memajukan pembangunan Indonesia, baik dari sumber daya manusia maupun ekonomi.

"Pesantren akan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam pembangunan bangsa menuntaskan kemiskinan dan mengurangi pengangguran," kata Bambang di Fairmont Hotel, Jakarta, Selasa (8/10).

Dirinya menyebut, terdapat tiga potensi besar yang dimiliki pesantren dalam mengembangkan perekonomian Indonesia, yaitu potensi jumlah santri yang besar, potensi masyarakat sekitar pesantren dan potensi zakat serta wakaf umat.

Baca juga: UU Pesantren Pengakuan untuk Integrasi Keagamaan dan Kenegaraan

Dengan nilai-nilai yang diajarkan kepada santri seputar kemuliaan akhlak, budi pekerti dan karakter yang berbudi luhur, Bambang meyakini pesantren bisa menjadi agen perubahan dalam pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

"Selain itu, ilmu wirausaha santri bisa berguna dengan melibatkan masyarakat sekitar untuk menghasilkan produk yang bernilai tambah," ucap Bambang.

Seperti diketahui, pemerintah Indonesia gencar melakukan kampanye sustainable development goals (SDG) atau tujuan pembangunan berkelanjutan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa. Adapun, program itu mencakup sejumlah isu strategis. Misalnya, perubahan iklim, ketersediaan air bersih, masalah sampah, kesetaraan gender, dan kesehatan.(OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More