Selasa 08 Oktober 2019, 16:58 WIB

Sakit Jadi Alasan Mekeng Mangkir Keempat Kalinya

M. Iqbal Al Machmudi | Politik dan Hukum
Sakit Jadi Alasan Mekeng Mangkir Keempat Kalinya

ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
Melchias Marcus Mekeng

 

ANGGOTA DPR RI fraksi Golkar Melchias Marcus Mekeng kembali tidak memenuhi panggilan dari panggilan KPK untuk keempat kalinya. Sejatinya, Mekeng dijadwalkan diperiksa hari ini (8/10).

"Saksi Melchias Markus Mekeng kembali tidak datang di jadwal pemeriksaan hari ini," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Selasa (8/10).

Alasan mangkirnya Mekeng karena alasan kesehatan, dirinya mengirimkan surat kepada lembaga antirasua karena tidak bisa hadir dalam pemeriksaan sebagai saksi.

"Tadi kami menerima surat dari pihak kuasa hukum dengan lampiran Surat Kuasa tertanggal 7 Oktober 2019. Alasan tidak hadir karena kondisi kurang sehat," ujar Febri.

Baca juga: Esok Diperiksa, KPK Imbau Mekeng Hadir

Namun, KPK menyayangkan surat keterangan sakit Mekeng tidak dilengkapi lampiran keterangan dari dokter. "KPK akan membahas tindak lanjut setelah Saksi tidak hadir dalam beberapa kali agenda pemeriksaan di KPK. Di surat kali ini juga tidak ada lampiran keterangan dari dokter," jelasnya.

Sebelumnya, Mekeng tidak memenuhi panggilan KPK pada hari Rabu (11/9), Senin (16/9), dan Kamis (19/9). Saat panggilan pertama, Mekeng mengirimkan surat ke KPK karena sedang berada di luar negeri.

Pada hari Senin (16/9), politisi Partai Golkar itu tidak memenuhi panggilan dengan alasan masih dalam perjalanan dinas. Selanjutnya, pada hari Kamis (19/9), yang bersangkutan sedang berada di luar negeri karena ada kegiatan dinas dan ada pemeriksaan kesehatan.

Diketahui, tersangka Samin Tan memberi suap mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Eni Maulani Saragih sebesar Rp5 miliar terkait dengan pengurusan terminasi kontrak tersebut. (OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More