Selasa 08 Oktober 2019, 16:42 WIB

Pemimpin Hebat harus Mampu Eksekusi Ide

Andhika prasetyo | Ekonomi
Pemimpin Hebat harus Mampu Eksekusi Ide

MI/ Ramdani
Rhenald Kasali

 

IDE adalah permulaan dari sebuah kesuksesan. Tanpa ada ide yang bagus dan matang, tidak akan ada kinerja positif yang bisa diraih.

Namun, ide bukanlah segalanya. Ide hanya akan menjadi sebatas wacana jika tidak ada perencanaan dan eksekusi.

Demikian diungkapkan Guru Besar Fakultas Ekonomi Bisnisn Universitas Indonesia Rhenald Khasali dalam acara peluncuran buku Leadership in Practice Apa Kata Asmawi Syam.

Ia menyebut implementasi dari sebuah ide adalah hal yang paling sulit. Salah satu contoh yang seringkali terdengar adalah terkait pemindahan ibu kota.

 

Baca juga: Menkeu Sebut Literasi Keuangan di Indonesia Masih Rendah

 

Gagasan itu, lanjutnya, sudah beredar sejak lima tahun lalu. Bahkan lebih jauh dari itu, ide ibu kota pindah sudah muncul sejak zaman Presiden Soekarno.

"Tapi sampai sekarang tidak juga ada implementasi karena memang sulit. Ada banyak hal yang membuat ide itu tidak terealisasi, mulai dari ketakutan pemimpin sebagai eksekutor hingga faktor eksternal seperti seperti masukan atau penolakan dari pihak lain," ujar Rhenald.

Ia mengakui dalam upaya mengimplementasi sebuah ide, pasti akan ada banyak hal yang terjadi. Berbagai tentangan dan tantangan akan menghampiri.

"Seperti pindah ibu kota, itu kan banyak yang menentang, mempertanyakan, minta uji dulu, kaji dulu. Itulah mengapa Indonesia tidak pernah ada perubahan sejak lama," jelasnya.

Maka itu, ia mengatakan untuk menjadi pemimpin yang hebat, seseorang harus berani mengambil keputusan, menjadi eksekutor dari ide-ide matang. (OL-8)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More